logo.png

Kediri Direncanakan Jadi Percontohan "Cashless Payment System"


ANTARA News Jawa Timur

Kediri Direncanakan Jadi Percontohan
Kegiatan sosialisasi program "Cashless Payment System" di salah satu hotel Kediri, Jawa Timur, Selasa (3/5). (foto Asmaul Chusna)
 
 "Program ini dari Pertamina untuk meningkatkan serta tertib administrasi maupun serah terima produk elpiji ukuran 3 kilogram," 
 
Kediri (Antara Jatim) - PT Pertamina (Persero) berencana menjadikan Kota Kediri sebagai percontohan untuk program "Cashless Payment System" atau pembayaran tanpa uang untuk agen dan pangkalan elpiji ukuran 3 kilogram.
     
"Program ini dari Pertamina untuk meningkatkan serta tertib administrasi maupun serah terima produk elpiji ukuran 3 kilogram," kata General Manager (GM) Pertamina MOR V Ageng Giriyono ditemui dalam acara program "Cashless Payment System" agen LPG wilayah Kediri di salah satu hotel Kediri, Selasa.
     
Ia mengatakan program tersebut merupakan salah satu program baru yang diluncurkan oleh Pertamina. Dengan program tersebut, diharapkan adanya peningkatan pencatatan secara administrasi dari agen ke pangkalan. 
     
Pangkalan maupun agen harus membuat laporan terkait pengelolaan elpiji terutama yang bersubsidi yaitu ukuran 3 kilogram. Dengan didukung laporan yang baik, Pertamina juga bisa memberikan laporan ke pemerintah terkait dengan berbagai pencatatan stok elpiji, termasuk di agen dan pangkalan.
     
Tran­saksi cashless ini memungkinkan pangkalan melakukan pemesanan dan pembayaran melalui SMS Banking, sedangkan agen mendapatkan laporan rekonsiliasi pencatatan transaksi secara otomatis dan nyata serta rekap bulanan yang lebih akurat.
     
Program itu, kata dia, masih dalam tahap uji coba. Di Indonesia, masih dua daerah yang uji coba yaitu di Tangerang serta Depok. Dari evaluasi, ternyata pemanfaatan pembayaran tanpa uang itu cukup positif.
    
"Di Tangerang begitu diimplementasikan selang berapa bulan mereka sudah menerima 100 persen dan berinteraksi, antara agen dan pangkalan sudah gunakan antarbank dan ini memudahkan pencatatan dan monitor, sehingga semua terbuka," paparnya.
    
Disinggung terkait dengan Kediri yang menjadi kota pertama di Jatim dalam uji coba program ini, Ageng mengatakan Kota Kediri mengaku siap sebagai lokasi percontohan. 
     
"Sebetulnya semua sama, kebetulan Kediri ingin duluan dan kami senang, tanpa diminta, artinya berarti sudah ada sasaran. Nanti, kami juga dorong ke daerah lainnya," ujarnya.
     
Sementara itu, Ketua Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kediri David T Wahyudi mengatakan program ini cukup bagus, sebab dari sisi keamanan juga terjamin.
     
Selain dari sisi keuangan yang lebih aman, sebab tidak perlu membawa uang tunai saat melakukan transaksi untuk pembayaran elpiji ukuran 3 kilogram, dari sisi laporan juga lebih bisa diminalisir kesalahannya. 
     
"Kediri jadi proyek percontohan dan ini sebenarnya masalah sistem dan jika menjalankan tidak terlalu susah, yang penting kemauan," katanya.  
     
Dalam acara itu, dihadiri oleh agen elpiji serta pengelola stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE) wilayah keresidenan Kediri. Selain sosialisasi, kegiatan itu juga memberikan penghargaan pada agen yang berprestasi. (*)  

Sumber : antarajatim.com