logo.png

Unik Kolaborasi Seniman Bule dan Lokal di Kediri


Surya Malang

Unik, Kolaborasi Seniman Bule dan Lokal di Kediri
 
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
 
Pagelaran Lingga Kadewatan Mandala Giri Selomangleng menjadi perpaduan kompak seniman lokal dan asing, Minggu (8/5/2016). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Pagelaran Lingga Kadewatan Mandala Giri Selomangleng menjadi ajang penampilan paraseniman lokal dan asing. Pentas lintas etnis ini mampu menampilkan perpaduan unik di altar Goa Selomangleng, KotaKediri, Minggu (8/5/2016) lalu.

Setidaknya ada belasan seniman asing dari berbagai negara yang ikut mendukung gelar pentas seni ini. Mereka berkolaborasi dengan seniman lokal dari berbagai sanggar seni.

Seperti seniman Suprapto Suryodarmo dari Padepokan Lemah Putih Surakarta yang tampil berkolaborasi dengan Dr Diane Butler dari Amerika.

Keduanya tampil kompak menampilkan tarian budaya lintas etnis dengan judul Dewi Ruci.
Tarian diawali dengan penampilan penari perempuan yang masuk dalam sangkar kurungan. Di dalam sangkar itu terdapat sampah-sampah yang berserakan.

Penari cukup lama dikurung, kemudian penari keluar sangkar ditandai terbangnya sepasang burung merpati. Kemudian penari bertopeng Panji ini memulai tarian lemah gemulai yang sesekali diselingi gerakan atraktif.

Kemudian disusul tarian Diane Butler yang menari-nari berkeliling arena bersama dengan Suprapto. Tarian ini diiringi alunan biola dan alat musik gesek lainnya.

Penampilan tarian ini mendapat aplaus ratusan pengunjung yang berjejal di altar Gua Selomangleng. Para pengunjung juga dibagikan bibit buah-buahan sebagai bentuk untuk melestarikan alam semesta.

Suprapto menyebutkan tarian Dewi Ruci merupakan bentuk perjuangan persamaan gender. Karena selama ini perempuan hanya sebagai pelengkap saja.

Sementara Georgi Panayotov penari asal Bulgaria juga unjuk gigi berkolaborasi dengan sejumlah penari lokal.

Kali ini Georgi menari bersama Nila dengan konsep Kinara - Kinari yang merupakan makhluk kayangan berkepala manusia dan bertubuh burung.

Aksi serupa juga dilakukan penari asal Singapura Agnes Cristina yang mempersembahkan tarian berjudul Margarana. Tarian ini menggambarkan perjalanan manusia menuju kesempurnaan melalui napas dan panca indera.

Pentas yang bersamaan dengan liburan di Gua Selomangleng ini dipadati ratusan pengunjung yang berjejal di pelataran Gua Selomangleng. Kegiatan ini melibatkan puluhan kru seniman dan penabuh gamelan.


Sumber : suryamalang.tribunnews.com