logo.png

Wali Kota Kediri Minta Pelayanan di Kelurahan Bisa Maksimal


ANTARA News Jawa Timur

Wali Kota Kediri Minta Pelayanan di Kelurahan Bisa Maksimal
Gubernur Jatim Soekarwo (kiri) dengan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar (kanan) dalam acara pencanangan "Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat XIII dan Hari Kesatuan Gerak PKK" di Pendopo Kabupaten Tuban, Rabu (11/5). (foto istimewa )
 
 "Kelurahan merupakan ujung tombak pemerintah Kota Kediri. Jadi harapannya harus ada perbaikan pada pelayanan di kelurahan agar lebih cepat, santun, dan tepat," 
 
Kediri (Antara Jatim) - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengajak serta agar pelayanan, terutama di tingkat kelurahan bisa lebih ditingkatkan lagi, demi mewujudkan pemerintahan yang baik.
     
"Kelurahan merupakan ujung tombak pemerintah Kota Kediri. Jadi harapannya harus ada perbaikan pada pelayanan di kelurahan agar lebih cepat, santun, dan tepat," katanya dalam kegiatan pencanangan "Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat XIII dan Hari Kesatuan Gerak PKK" di Pendopo Kabupaten Tuban, Rabu.
     
Ia juga mengajak serta masyarakat untuk aktif saling gotong royong dan bukan hanya mengandalkan pemerintah demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Dengan keterlibatan masyarakat, dipastikan program pemerintah pun bisa berjalan dengan lebih baik. 
     
Ia pun mengatakan, pemerintah juga terus melakukan berbagai macam perbaikan dalam pengelolaan program. Kedepan, ia ingin agar ditingkatkan berbagai pelayanan-pelayanan terutama yang ada di kelurahan. 
     
"Pembangunan harus dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat. Jadi tidak bebar jika pembangunan hanya dilakukan oleh pemerintah," katanya.
     
Ia juga mengaku sangat bangga Kelurahan Dandangan, Kota Kediri meraih juara pertama dalam penilaian bulan bakti gotong royong masyarakat tersebut. Penghargaan itu juga diberikan langsung dalam kegiatan pencanangan BBGR di Tuban itu.
     
Gubernur Jatim Soekarwo juga menilai gotong royong menjadi budaya bangsa Indonesia dan bisa membangun kerukunan di antara semua pihak. Gotong royong merupakan nilai bangsa sebagai wujud kepedulian pada lingkungan serta masyarakat.    
     
Dalam acara itu, Pakde Karwo juga berharap, gerakkan gotong royong menjadi bagian konsep persatuan dan kesatuan yang harus dilestarikan. Di dalam konsep gotong royong tersebut dapat saling meringankan, dengan adanya rasa kepedulian, rasa semua diangkat, dimana istilahnya adalah "Berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing".
     
Peringatan tersebut juga digelar berbagai produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari 95 pegiat UMKM se-Jawa Timur. Beragam produk dipamerkan, di antaranya, produk makanan dan minuman, pakaian batik, kerajinan tangan berupa cinderamata dari kaca.
    
Dalam acara ini Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Ketua TP PKK Provinsi Jatim Nina Soekarwo dan Pangdam V Brawijaya juga mengunjungi stand produk unggulan Kota Kediri. Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar juga memberikan cinderamata berupa kain tenun ikat bandar kepada Gubernur dan Pangdam V Brawijaya. (*)

Sumber : antarajatim.com