logo.png

Tak Perlu Minta Lagi ke Provinsi


Radar Kediri | Berita Kediri | Berita Utama

IMG_4408

KEDIRI KOTA– Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri sudah melakukan pembedahan soal ujian sekolah (US) SD/MI, kemarin. Saat ini, semua boks soal sudah ditata sesuai gugus dan sekolah masing-masing di aula Polres Kediri Kota.

Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Heri Siswanto mengatakan, pembedahaan soal berlangsung lancar. Jumlah amplop sesuai jumlah peserta ujian di setiap gugus dan sekolah. Hanya saja, di pembedahan awal terjadi kekurangan amplop untuk soal bahasa Indonesia. “Sudah teratasi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Untuk mengurangi kekurangan amplop, menurut Heri, diambilkan dari sekolah yang kelebihan. Karena itu, pihaknya langsung menambahkan amplop ke sekolah yang mengalami kekurangan. “Jadi kami tidak perlu meminta naskah ke provinsi,” ungkapnya.

Setelah pembedahan soal, semua boks sudah ditata sesuai gugus dan sekolah masing-masing. Dari evaluasi tahun lalu, Heri mengatakan, pengambilan naskah di mapolresta tidak sepagi dulu. Sebelumnya, gugus sudah mengambil soal sekitar pukul 05.00. Sementara ujian baru berlangsung sekitar pukul 08.00.

“Banyak waktu nganggur. Kami mampatkan waktu. Supaya soal tetap terjaga kerahasiaannya,” terangnya.

Makanya tahun ini, dia meminta, soal baru diambil ke mapolresta sekitar pukul 06.00. Sehingga pukul 07.30, naskah tiba di masing-masing sekolah.”Setelah itu langsung bisa dibagikan ke peserta ujian,” katanya.

Untuk menghindari kecurangan, disdik sudah mewanti-wanti siswa harus jujur mengerjakan soal. Selain itu, pihaknya juga telah menunjuk guru untuk menjadi pengawas ujian. Sama seperti ujian nasional (unas) SMP dan SMA, pengawas menggunakan sistem silang. Setiap ruangan dijaga dua guru dari sekolah lain. “Kami harap ujian SD berjalan jujur dan lancar,” harap Heri.

Heri mengingatkan, siswa jangan terlambat datang. Harus hadir di sekolah 30 menit sebelum ujian. “Supaya bisa mempersiapkan diri,” ujarnya.

Untuk diketahui, pelaksanaan US SD/MI berlangsung tiga hari, Senin (16/5) sampai Rabu (18/5). Setelah US, sekolah masih melanjutkan dengan ujian akhir sekolah (UAS) pada 19-21 Mei. Pelajaran yang diujikan adalah agama, PKN, IPS, bahasa Jawa, dan olahraga. Ujian ini untuk menentukan kelulusan. Yakni nilai US ditambah UAS menjadi nilai sekolah. Lalu ditambah nilai rapor selama enam tahun.

Sementara US SD/MI diikuti sebanyak 5540 anak. Terdiri atas 4.303 siswa SD negeri, 825 SD swasta, 110 MI negeri, dan 302 MI swasta. Adapun peserta SLB dan kejar paket A masing-masing 7 dan 31 peserta. (baz/ndr)


Sumber : radarkediri.net