logo.png

OPERASI PASAR MURNI: BI Anggap 4 Komoditas Memadai


Bisnis Indonesia - bisnis.com

OPERASI PASAR MURNI: BI Anggap 4 Komoditas Memadai
Ilustrasi
Antara

Bisnis.com, KEDIRI - Bank Indonesia menilai rencana operasi pasar murni pada empat komoditas oleh Pemkot Kediri cukup memadai untuk mengendalikan infkasi menjelang Lebaran.

Kepala Kantor Perwakilan BI Kediri Djoko Raharto mengatakan beras, gula kristal putih, telur ayam ras, dan minyak goreng memiliki bobot inflasi yang tinggi.

"Ketika operasi pasar, yang paling laku adalah gula pasir, telur. Beras so-so sepanjang stok cukup. Minyak goreng juga laku. Jadi memang lebih tepat ke situ," ujarnya, Selasa  (17/5/2016).

Sementara itu  mengenai bawang merah yang tidak disertakan dalam OPM kali ini, Djoko menjelaskan penggelontoran komoditas itu memang situasional, yakni saat harga membubung. Adapun saat ini, BI meyakini harga bawang merah mulai melandai seiring dengan dimulainya panen di beberapa sentra produksi. 

Djoko menuturkan, BI dan Pemkot berbagi tugas dalam pelaksanaan OPM. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan, dan Energi Kota Kediri memimpin operasi ini. Adapun BI bertugas mengomunikasikannya ke publik.

Sebelumnya, Pemkot Kediri memutuskan hanya akan menstabilkan beras, gula kristal putih, telur ayam ras, dan minyak goreng selama Ramadhan kali ini melalui OPM, 

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan, dan Energi Kota Kediri Yetty Sisworini mengatakan ketiadaan fasilitas pendingin membuat Pemkot mengurungkan rencana perluasan OPM ke cabai dan daging ayam ras. "Daging ayam dan cabai butuh pendingin karena tidak tahan lama. Kalau tidak ada yang beli, bagaimana?" katanya.
 
Untuk bawang merah, Pemkot kali ini tak melaksanakan OPM dengan pertimbangan harga komoditas itu bakal melandai saat Ramadhan tiba karena panen mulai berlangsung di sentra produksi. 
 
Akhir tahun lalu, tutur Yetty, harga bawang merah menanjak drastis sehingga Pemkot memutuskan bawang merah masuk dalam OPM menjelang Natal dan Tahun Baru. 
 
Sementara itu, Pemkot ingin menambah gula kristal putih dalam OPM kali ini menjadi 20 ton atau empat kali lipat dari volume dalam operasi akhir 2015. Pasalnya, permintaan masyarakat cukup tinggi terhadap bahan pemanis ini. 
 
"Kami usulkan ke PG (Pabrik Gula) Pesantren Baru dan PG Meritjan masing-masing 10 ton. Mudah-mudahan mereka mau memasok," tutur Yetty. 
 
Pemkot juga sudah melayangkan surat ke Perum Bulog agar bersedia menyuplai beras 250 kg per lokasi per hari. 
 
OPM kali ini akan digelar 8-28 Juni di 46 kelurahan dan Pasar Setono Bethek sebagai pasar dengan jumlah pembeli paling banyak di Kota Kediri.  

Sumber : bisnis.com