logo.png

Pemkot Kediri Sosialisasi Aturan Baru ke Jukir


 

 

 

Pemkot Kediri Sosialisasi Aturan Baru ke Jukir
 
 

Kediri (beritajatim.com-- Pemkot Kediri melalui Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Dishubkominfo) menggelar pertemuan dengan para juru parkir di Gedung Nasional Indonesia (GNI). Pertemuan tersebut dalam rangka sosialisasi aturan baru sekaligus perombakan susunan pengurus persatuan jukir.

Kepala Dishubkominfo Ferry Djatmiko dalam sambutannya berharap kerjasama yang baik dalam penataan parkir dan peningkatan di sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penegasan juga disampaikan Budi Nugroho, praktisi hukum dan tokoh LSM yang turut mendirikan persatuan ini sejak Desember 2006 bertempat di Balai Kelurahan Kemasan.

"Bahwa keberadaan jukir sangat membantu pemerintah kota dalam penataan dan menambah PAD. Namun yang utama juga mengantisipasi munculnya jukir liar yang tidak tergabung dalam paguyuban. Kami sangat berharap dengan digelarnya reformasi kepengurusan, ke depan mampu bekerja dengan baik,” jelas Ferry Djatmiko.‎

Dalam pertemuan itu, para Jukir sepakat melakukan reformasi atas kepengurusan yang telah lima tahun vakum. Disela – sela pemilihan pengurus yang baru, 

Budi Nugroho yang akrab dipanggil Negro, sangat menaruh harapan jika pasca dilakukan reformasi mampu mendukung program pembangunan.

"Bahwa semua pemasukan jukir diserahkan ke PAD, dengan dilakukan reformasi ini mampu meningkatkan kinerja pengurus dan kekompakan di lapangan. Jika kemudian ada jukir liar, kami berharap pemerintah kota melakukan tindakan tegas,” jelas Negro.

Selain tindakan tegas terhadap jukir liar, pemerintah kota seharusnya menempatkan jukir resmi pada sejumlah lokasi keramaian, seperti di Depan Kediri Town Square atau di lokasi lainnya. (adv/hms).


Sumber : beritajatim.com