logo.png

BI Kediri Dorong UMKM dengan Adakan Klinik Bisnis


ANTARA News Jawa Timur

BI Kediri Dorong UMKM dengan Adakan Klinik Bisnis
Kegiatan klinik bisnis UMKM dan keuangan inklusif oleh Bank Indonesia di GNI Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (19/5). (foto Asmaul Chusna)
 
 "Kami ingin dorong pertumbuhan UMKM di Kediri. Saat ini, ada optimisme perkembangan ekonomi yang didukung dengan terjaganya inflasi,"
 
Kediri (Antara Jatim) - Kantor Bank Indonesia Kediri, Jawa Timur, mengadakan kegiatan "Klinik bisnis UMKM dan keuangan inklusif" sebagai upaya mendorong pertumbuhan UMKM di wilayah BI Kediri.

"Kami ingin dorong pertumbuhan UMKM di Kediri. Saat ini, ada optimisme perkembangan ekonomi yang didukung dengan terjaganya inflasi," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri Djoko Raharto di Kediri, Kamis.

Ia mengatakan acara klinik bisnis ini diikuti sejumlah UMKM di wilayah Kota/Kabupaten Kediri. Selain itu, kegiatan itu juga diikuti dari pihak perbankan baik tingkat nasional maupun Jatim, yaitu Bank Jatim.

"Kami ingin dekatkan lagi UMKM pada jasa keuangan melalui pengenalan produk pembiayaan perbankan, penjaminan kredit, maupun jasa perbankan lainnya," paparnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan klinik ini juga bertujuan ingin lebih meluaskan lagi terkait dengan pembyaran nontunai melalui gerakan nasional nontunai (GNNT). Sejak dicanangkan pada Desember 2014, respon di masyarakat sangat baik.

Banyak perusahaan yang memanfaatkan nontunai, misalnya adanya kerjasama untuk pembayaran elpiji bersubsidi, kerjasama Hiswana Migas dengan Bank Mandiri, serta untuk pembayaran gaji PT Gudang Garam, Tbk, Kediri. 

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyambut baik acara tersebut. Hal itu juga senada dengan program pemerintah kota yang ingin meningkatkan investasi di Kota Kediri.

Wali Kota juga mengatakan, pemerintah terus berupaya untuk memberikan berbagai kemudahan agar para investor tertarik memasukkan investasinya ke Kota Kediri. Kemudahan itu seperti dengan menyederhanakan izin, dari semula ada 156 perizinan disederhakan menjadi sekitar 57.

Ia pun yakin, dengan adanya percepatan investasi, berkontribusi positif bagi pereekonomian di Kota Kediri. Selain itu, hal itu juga bisa mendorong untuk mengurangi tingkat pengangguran terbuka di kota ini.

"Nanti bisa memberikan masukan dari investor di Kediri. Ada pengangguran terbuka dan ini tugas pemerintah dan sebagian besar diselesaikan lewat UMKM, sebagian dengan perusahaan" ujarnya.

Wali Kota mengatakan, pemerintah kota juga cukup terbuka dan selalu menjalin hubungan baik dengan pemangku kebijakan lainnya. Salah satu hasilnya, keberhasilan Kota Kediri yang selalu bisa menekan inflasi.

Acara klinik bisnis UMKM dan keuangan inklusif tersebut diselenggakan tiga hari ke depan, mulai 19-21 Mei 2016. Selain pameran UMKM serta perbankan, juga diselenggarakan sejumlah seminar yang menghadirkan pakar ekonomi. (*)

Sumber : antarajatim.com