logo.png

Pendirian Kampus Dorong Percepatan Investasi di Kediri


ANTARA News Jawa Timur

  Pendirian Kampus Dorong Percepatan Investasi di Kediri
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar (tengah), Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri Djoko Raharto (kiri) dalam acara klinik bisnis UMKM dan Keuangan inklusif di GNI Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (19/5). (foto Asmaul Chusna)
 
 "Kami terus berikan terobosan, dan sebentar lagi juga ada dua kampus yang akan berdiri," 
 
Kediri (Antara Jatim) - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menegaskan pendirian dua kampus negeri yaitu Universitas Brawijaya serta Politeknik di Kota Kediri bisa mendorong investasi di kota ini menjadi lebih cepat.
     
"Kami terus berikan terobosan, dan sebentar lagi juga ada dua kampus yang akan berdiri," katanya dalam acara klinik bisnis UMKM dan Keuangan inklusif di GNI Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis.
    
Ia mengatakan, pemerintah juga terus berupaya untuk memberikan berbagai kemudahan agar para investor tertarik memasukkan investasinya ke Kota Kediri. Kemudahan itu seperti dengan menyederhanakan izin, dari semula ada 156 perizinan disederhakan menjadi sekitar 57.
     
Ia pun yakin, dengan adanya percepatan investasi, berkontribusi positif bagi pereekonomian di Kota Kediri. Selain itu, hal itu juga bisa mendorong untuk mengurangi tingkat pengangguran terbuka di kota ini.
     
"Nanti bisa memberikan masukan dari investor di Kediri. Ada pengangguran terbuka dan ini tugas pemerintah dan sebagian besar diselesaikan lewat UMKM, sebagian dengan perusahaan" ujarnya.
     
Wali Kota mengatakan, pemerintah kota juga cukup terbuka dan selalu menjalin hubungan baik dengan pemangku kebijakan lainnya. Salah satu hasilnya, keberhasilan Kota Kediri yang selalu bisa menekan inflasi.
     
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri Djoko Raharto juga mengatakan tingkat pereekonomian di Kota Kediri menunjukkan adanya geliat ke arah positif. Bahkan, ia pun mendukung rencana pendirian kampus di Kediri.
     
Menurut dia, dengan pendirian kampus itu, menimbulkan dampak yang cukup positif, dimana UMKM bisa tumbuh, sektor jasa pun juga bisa tumbuh. Bahkan, ia juga menyebut Kediri merupakan tempat strategis.
     
"Di sini (Kediri) strategis, dekat dari Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Nganjuk, dan secara otomatis sektor UMKM tumbuh jika ada kampus besar di sini. Bahkan, warung makan, indekos, serta jasa juga akan mengikuti," ujarnya.
     
Pemkot Kediri sudah menganggarkan dalam APBD 2016 untuk pembangunan gedung perkuliahan dari Kampus UB. Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp19 miliar, dimana pemerintah menyediakan lahan dan pembangunan awal. 
     
Lokasi pendirian kampus UB direncanakan di Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Ada sekitar 20 hektare lahan yang disiapkan untuk lokasi pembangunan itu. (*)

Sumber : antarajatim.com