logo.png

Jauh-jauh dari Jawa Tengah Cuma Mengemis di Kota Kediri Alasannya


Surya

Jauh-jauh dari Jawa Tengah Cuma Mengemis di Kota Kediri, Alasannya
 
surya/didik mashudi
 
Belasan gelandangan dan pengemis terjaring razia Satpol PP Kota Kediri, Kamis (26/5/2016). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Belasan gelandangan dan pengemis(gepeng) terjaring razia petugas patroli Satpol PP Kota Kediri, Kamis (26/5/2016).

Gepeng yang dirazia selanjutnya diserahkan ke Kantor Dinas Sosial.

Razia dilakukan mulai dari jalan-jalan protokol seperti Jl Ahmad Yani, Perempatan Semampir, Perempatan Alun-alun Kota Kediridan Perempatan Baptis.

Gepeng yang terjaring razia kepergok petugas tengah mengemis ke pengendara yang berhenti di lampu merah. Petugas selanjutnya membawa mereka ke mobil patroli.

Sempat ada kejar - kejaran dengan sejumlah gepeng yang hendak dibawa.

Malahan beberapa gepeng sempat bersembunyi di rumah warga begitu melihat petugas merazia.

Suryati (35) seorang pengemis terjaring razia saat beroperasi di Jl Ahmad Yani.

 

"Kami tidak bekerja sehingga terpaksa mengemis karena untuk membeli makanan," ungkapnya.

Penuturan senada dikemukakan Siti Rokayah (38) yang mengemis bersama anak balitanya.

Dia mengaku mengemis untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya.

"Untuk mendapat uang kami hanya bisa mengemis. Apalagi anak saya sedang mengikuti ulangan yang harus membayar Rp 60.000," ungkap warga Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung.

Pengakuan sama juga dikemukakan Ari (24) yang terpaksa mengemis untuk membeli makan. Ari terjaring razia petugas saat mengamen di Perempatan Baptis.

Sementara petugas Kantor Dinas Sosial yang mendata menyebutkan, mayoritas gepeng yang terjaring razia bukan warga asal Kota Kediri. "Kebanyakan orang dari luar yang ngekos di Kediri," ungkapnya.

Setidaknya ada 7 orang yang memiliki alamat asli dari Jawa Tengah. "Rumah asal saya Jawa Tengah, saya di Kediri kos," ungkap Mbok Tun.

Petugas Dinas Sosial Kota Kediri hanya mendata pendataan gepeng yang terjaring razia. Sejauh ini tidak ada pembinaan kepada gepeng yang terjaring razia.

Setelah didata, para gepeng itu hanya diminta untuk membuat surat pernyataan tidak akan mengemis lagi. Rata-rata gepeng yang dibawa sebelumnya pernah terjaring razia petugas Satpol PP.

Meski sudah membuat surat penyataan, gepeng yang terjaring tidak kapok. Mereka akan mengemis lagi hanya berselang beberapa hari setelah terjaring razia.


Sumber : surabaya.tribunnews.com