logo.png

Kebijakan Investasi Diperlonggar UMKM Baru Di Kediri Terus Bermunculan


Bisnis Indonesia - bisnis.com

 
Kebijakan Investasi Diperlonggar, UMKM Baru di Kediri Terus Bermunculan
 
 
 
Ilustrasi
bantenprov.go.id

Bisnis.com, KEDIRI - UMKM baru di Kabupaten Kediri terus bermunculan, terlihat dari realisasi investasi nonfasilitas kuartal I/2016 yang mencapai Rp60,9 miliar atau tumbuh 33,2% dari pencapaian periode sama tahun lalu.

Kepala Bidang Pelayanan dan Pengendalian Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPMPPTSP) Kabupaten Kediri Devin Marsfian Subiyanto mengatakan peningkatan itu merupakan dampak dari penerapan PTSP oleh Pemkab sejak Februari 2015.

Kemudian pada Oktober 2015, terjadi pengalihan izin besar-besaran dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Hingga kini, ada 66 izin di berbagai bidang yang dilayani oleh BPMPPTSP.

"Keberadaan PTSP ini rupanya cukup signifikan memacu pendirian UMKM. Minimal mereka mereka mendaftarkan izin usahanya," katanya kepada Bisnis, Kamis (26/5/2016).

Devin mengemukakan 66 izin memang belum mewakili keseluruhan izin yang ada di Bumi Canda Bhirawa. Menurutnya, beberapa izin yang bersifat teknis masih berada di tangan SKPD, misalnya izin praktik dokter yang dilayani Dinas Kesehatan.

Sementara itu, sektor perdagangan menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi mencapai Rp30,6 miliar. UMKM itu bergerak di bidang perdagangan makanan jadi, hasil kerajinan, padi dan jagung.

"Sekalipun hanya berdagang, barang yang dijual tetap berbasis produk Kabupaten Kediri, seperti pertanian," ujar Devin.

Dari sisi penciptaan lapangan kerja, angka penyerapan tenaga kerja tidak jauh berbeda dengan periode sama tahun lalu. Sepanjang Januari-Maret tahun ini, realisasi investasi UMKM telah menyerap 1.462 tenaga kerja. Adapun pada tiga bulan pertama tahun lalu, UMKM menyerap 1.339 tenaga kerja.

Realisasi investasi nonfasilitas yang mencakup 274 unit usaha itu berkontribusi 13,2% pada target penanaman modal Kabupaten Kediri tahun ini senilai Rp460,8 miliar. Adapun realisasi investasi fasilitas (PMA dan PMDN) hingga kini masih direkap oleh BPMPPTSP.

BPMPPTSP mencatat beberapa produk UMKM yang berpotensi untuk dikembangkan, a.l. batik, bordir, sepatu, kerajinan tangan, senapan angin, makanan dan minuman olahan, dan susu.

Sementara itu, pengemasan yang belum dianggap penting oleh UMKM menjadi masalah di Kabupaten Kediri. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kediri Widodo Imam Santoso mengatakan kemasan yang baik dan penampilan yang menarik belum disadari oleh pelaku UMKM ketika memasarkan produk.

“Pelaku UMKM dan petani masih berjualan secara tradisional, belum memanfaatkan media online untuk berjualan. Selain itu, kemasannya juga masih biasa. Oleh sebab itu, kami melatih mereka agar lebih maju usahanya,” katanya.

Pemkab Kediri terakhir kali mengadakan pelatihan tentang kemasan dan perdagangan online untuk 98 petani, pedagang, anggota Unit Pengelolaan, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (UP3HP), karang taruna, dan PKK, awal bulan ini.

Melalui pelatihan itu, para petani dan pelaku UMKM diharapkan bisa meningkatkan mutu kemasan produk, mencakup bahan kemasan (bungkus) yang sesuai bagi produk, label dan desain yang menarik, dengan perhitungan analisis biaya kemasan yang matang.

Peserta juga diharapkan dapat memasarkan produk melalui media online, seperti media sosial, blog, dan toko online.

 


Sumber : bisnis.com