logo.png

Menggagas Integrasi Visi dan Misi Wali Kota di Program KOTAKU


Oleh:
Imam Tobroni 
Korkot Kota Kediri 
OSP 6 Prov. Jawa Timur 
Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)

Gambaran visi, misi dan aksi Wali Kota Kediri ternyata sesuai dan mendukung pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019, yakni 100-0-100. Langkah selanjutnya adalah menggunakan hasil dokumen penyusunan profil permukiman kelurahan, yang digagas oleh POS, karena bisa memberikan gambaran permasalahan permukiman di masing-masing kelurahan. Untuk itu hasil pendataan baseline yang melibatkan elemen masyarakat, kelurahan, BKM/LKM, TIPP, dan relawan diharapkan benar dan valid.

Ini terungkap dalam kegiatan Rapat Koordinasi Penyusunan Profil Kelurahan Kumuh Kota Kediri di Aula Pertemuan Dinas Kesehatan Kota Kediri, pada Selasa, 17 Mei 2016. Menurut Kabid Fisrana Bappeda Kota Kediri Bambang Kautaman, sebagai salah satu narasumber Rakor, hasil pendataan baseline ini merupakan sumber data penyusunan profil permukiman kelurahan, yang di dalamnya sudah termuat profil permukiman kelurahan dan profil permasalahan permukiman kelurahan beserta peta tematik dari 7 indikator penanganan kawasan kumuh di perkotaan.

Dokumen profil permukiman kelurahan ini harus dibuat dengan sebaik-baiknya, sehingga nanti dapat dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan. Dengan komunikasi yang baik, dan didukung pemahaman area tugas sesuai tupoksi masing-masing, akan diperoleh suatu dokumen perencanaan yang efektif, implementatif, dan disepakati oleh semua pemangku kepentingan sebagai integrasi sumber perencanaan, sesuai program dan kegiatan di masing-masing SKPD di Kota Kediri. Apalagi nanti akan didukung dengan semangat kolaborasi dari pemangku kepentingan (pemerintah pusat, provinsi dan kota) dan seluruh elemen masyarakat, menuju Kota Kediri, kota tanpa kumuh.

Dalam Rakor, Bambang Kautaman juga memaparkan visi, misi dan aksi Wali Kota Kediri. Visinya adalah menata Kota Kediri lebih sejahtera, berkeadilan, berdaya saing, berakhlak dan tanpa korupsi, dengan didukung empat misi.  Salah satu misinya (poin 2) adalah mewujudkan Kota Kediri yang indah, nyaman, dan ramah lingkungan. Serta ada empat tujuan yang hendak dicapai atas dasar visi, misi, dan isu-isu strategis dalam kurun waktu 5 tahun (2015-2019).

Tujuan pertama, meningkatkan ketersediaan infrastruktur dasar perkotaan untuk mendukung pengembangan daya saing ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Di dalamnya ada empat rumusan yang terkait dengan 7 indikator penanganan kawasan permukiman kumuh dan target pencapaian 100-0-100, yaitu meningkatnya kinerja pelayanan dan pembangunan prasarana transportasi jalan.Kedua, meningkatnya fungsi drainase perkotaan, meningkatnya akses masyarakat terhadap sanitasi, meningkatnya permukiman yang layak. Tujuan ketiga yang mendukung target pencapaian 100-0-100 adalah meningkatkan pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan. Di dalamnya ada rumusan meningkatnya pengendalian dan pemantauan mutu sumber daya air. Rumusan tersebut juga membuka peluang untuk bisa terintegrasi dengan target 100% akses air minum, terutama di wilayah perkotaan.

Guna menunjang keberhasilan dari visi dan misi Wali Kota Kediri, ada 9 aksi “Menata Kota Kediri Tanpa Korupsi” yang menggambarkan keseriusan pemerintah daerah menyelesaikan dan mememuhi pelayanan kebutuhan dasar masyarakat seluruh Kota Kediri. Ini terlihat di Aksi poin ke-2, yaitu penataan kota yang ramah lingkungan dan berbasis ekologi terkait dengan target 100-0-100. Strategi yang hendak dicapai Kota Kediri adalah perluasan instalasi air bersih dengan meningkatkan teknologi air bersih menjadi air minum atau siap konsumsi, pembuatan dan peningkatan drainase, gorong-gorong dan saluran pembuangan air limbah, serta program pengelolaan sampah dengan teknologi modern.

Sedangkan Aksi poin ke-5 yang mendukung target pencapaian 100-0-100 adalah membangun dan meningkatkan kualitas infrastruktur dasar masyarakat, khususnya di tingkat RT/RW, melalui program-program strategis. Yaitu, penataan dan perbaikan lingkungan kumuh, perbaikan/pembangunan jalan lingkungan, selokan dan drainase.

Aksi poin ke-8 juga menunjang target pencapaian 100-0-100 dengan semangat kolaborasi pemberdayaan RT/RW guna percepatan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat, melalui program perbaikan lingkungan kampung Rp50 juta per RT per tahun, yakni Program Fasilitas Pemberdayaan Masyarakat (PRODAMAS). Prodamas adalah program percepatan pembangunan Kota Kediri dalam bidang infrastruktur, ekonomi, dan sosial budaya. Embrionya mengadopsi konsep pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan yang memiliki semangat program direncanakan oleh masyarakat, dilaksanakan bersama masyarakat, dan dipelihara keberlanjutannya oleh masyarakat untuk menuju Kota Kediri lebih sejahtera.

Prodamas dilaksanakan dengan maksud meningkatkan peran serta dan menggerakkan potensi masyarakat kelurahan. Tujuan dilaksanakannya Prodamas adalah (a) menggerakkan dan memotivasi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembangunan di wilayahnya; (b) memfasilitasi masyarakat dalam mengartikulasikan kebutuhannya dan membantu mengidentifikasi masalahnya; (c) meningkatkan fasilitasi pembangunan sarana dan prasarana lingkungan RT; (d) meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat; (e) meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan sosial; dan (f) meningkatkan peran serta dan mendorong keberdayaan masyarakat dalam pembangunan.

Adapun pendataan baseline di Kota Kediri yang dibahas khusus adalah lokasi 9 kelurahan yang masuk SK Wali Kota No. 188.45/563/419.16/2015 tentang Kawasan Perumahan dan Permukiman Kumuh di Kota Kediri. Berdasarkan SK wali kota tersebut, lokasi kawasan perumahan dan permukiman kumuh di Kota Kediri total luasannya sekitar 66,83 Ha, terdiri atas 4 kawasan: Kawasan Ngadirejo-Dandangan-Balowerti (24,75 Ha), kawasan Jagalan-Pakelan-Kemasan-Jamsaren (25,59 Ha), kawasan Semampir (6,65 Ha), dan kawasan Kampungdalem (9,84 Ha). (sumber dokumen SPPIP Kota Kediri Tahun 2012). Ini mutlak diperlukan semangat kolaborasi untuk menyelesaikan target pencapaian 100% akses air minum, 0% luas kawasan kumuh perkotaan, 100% akses sanitasi di Kota Kediri. [Jatim]


Sumber : kotatanpakumuh.id