logo.png

Pemkot Kediri cairkan dana prodamas 2016



Kabag Humas Pemkot Kediri Apip Permana dalam keterangannya membenarkan adanya pencairan dana Prodamas di 16 kelurahan. ” Ada 16 kelurahan yang sudah cair anggarannya karena telah selesai laporannya pada 2015 lalu,” kata Apip saat dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (31/5/2016).LENSAINDONESIA.COM : Anggaran Prodamas untuk 2016 telah dicairkan di 16 kelurahan yang ada di Kota Kediri. Pemkot tepat mengacu pada aturan lama mengenai hibah dan sedikit melakukan perubahan di dalam perwali.

Lebih lanjut Apip menjelaskan jika aturan yang dipakai oleh pemerintah tetap memakai Hibah namun ada beberapa perubahan pada perwalinya. “Seperti di Perwali aturannya tak boleh untuk membeli ternak ataupun tumbuhan,” tandas Apip.

Apip juga menambahkan jika di kota Kediri ada 46 Kelurahan di tiga kecamatan semuanya dapat anggaran prodamas asal yang 2015 lalu laporannya sudah selesai dan bisa mengajukan lagi di 2016 ini.

“Pada saat ini yang telah selesai laporannya ada 16 Kelurahan dan sisanya belum. Entah kapan,” kata Apip.

Pencairan ini seolah membantah hasil kunjungan DPRD setempat ke Kemendagri. Dimana dalam konsultasi tersebut, dana prodamas dilarang dicairkan.

“Kata siapa nggak bisa cair. Buktinya bisa (cair). Sebenarnya pihak Pemkot Kediri yang jelas sudah pernah kordinasi dan konsultasi dengan Kemendagri terkait program Prodamas,” pungkas Apip.

Seperti ditulis sebelumnya, Sekretaris Komisi C DPRD Kota Kediri Yudi Ayubchan mengatakan Kemendagri melarang pemberian hibah dilakukan terus menerus. Kecuali untuk instansi vertikal TMMD dan KPUD, organisasi semi Pemerintah. Di antaranya, KORPRI, palang merah Indonesia (PMI), Pramuka, PKK dan KONI, Pemerintah daerah lainnya, perusahaan daerah, maupun lembaga diluar Pemerintah. Yakni LSM dan Ormas.

“RT kan tidak masuk dalam organisasi semi Pemerintah yang dibolehkan menerima hibah terus menerus,” jelasnya @andik_kartika


Sumber : lensaindonesia.com