logo.png

Warga Serbu Gula Pasir Saat Operasi Pasar di Kediri


Surya

Warga Serbu Gula Pasir Saat Operasi Pasar di Kediri
 
surya/Didik Mashudi
 
Puluhan warga antre membeli sembako di truk Bulog yang menggelar operasi pasar di Pasar Bandar, Kota Kediri, Jumat (3/6/2016). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Gula pasir yang dijual dalam operasi pasar yang digelar Bulog Kediri paling diminati masyarakat. Puluhan orang tampak antre membeli gula pasir dan sembako di Pasar Bandar, Kota Kediri, Jumat (3/6/2016).

Operasi pasar murah ini merupakan progam Pemprov Jatim bekerja sama dengan Bulog Jatim.

Sembako yang dijual terdiri 5 kg beras dijual Rp 43.500, gula pasir Rp 11.750 per kg, tepung terigu Rp 7.200 per kg dan minyak goreng Rp 11.300 per liter.

Harga komoditi sembako yang dijual dalam operasi pasar ini jauh di bawah harga pasaran.

Karena beras medium harganya masih menyentuh Rp 10.000 per kg, gula pasir masih di kisaran Rp 14.500 per kg, tepung terigu Rp 8.000 per kg dan minyak goreng Rp 12.000 per liter.

Namun stok yang tersedia dalam operasi pasar itu dibatasi. Seperti beras hanya satu jam sejak dimulai operasi pasar sudah keburu habis terbeli.

Supaya tidak ada aksi borong, pembeli juga dibatasi beras hanya satu kantong dan gula pasir, tepung dan minyak goreng maksimal masing-masing pembeli hanya 3 kg atau 3 liter.

Kadisperindag Kota Kediri Drs Yety Sisworini menyebutkanoperasi pasar Pemprov Jatim sangat membantu menurunkan harga sembako yang mulai melambung menjelang Ramadan.

"Sekarang harganya sudah mulai terkendali dan berangsur turun," jelasnya.

Disebutkan, operasi pasar Pemprov Jatim bersama Bulog sudah dimulai sejak 27 Mei dan baru berakhir 1 Juli 2016.

"Kami optimistis harga gula pasir bakal turun lagi karena pabrikgula di Jatim saat ini sudah mulai berproduksi," ungkapnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Sementara Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Djoko Raharto menyebutkan, upaya intensif Pemprov Jatim bersama Bulog dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri yang melakukanoperasi pasar telah membuahkan hasil.

Karena angka inflasi Kota Kediri bulan Mei hanya 0,12 persen, malahan sejak Januari - Mei 2016 terjadi deflasi - 0,10 persen.

"Tahun ini Kota Kediri inflasi paling rendah di Pulau Jawa," ungkapnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

.


Sumber : surabaya.tribunnews.com