logo.png

Menteri Yohana Trenyuh dengar Kejadian Anak-Anak Kota Kediri


Surya Malang

Menteri Yohana Trenyuh dengar Kejadian Anak-Anak Kota Kediri
 
Kompas.com
 
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Kasus persetubuhan anak yang melibatkan terdakwa Soni Sandra membuka tabir fenomena gunung es tindak kekerasan yang menimpa anak-anak di KotaKediri. Kejadian ini muncul karena lemahnya kepedulian orangtua terhadap tumbuh kembang anak. Gaya hidup mewah dan glamour menjadi motif utamanya.

Ny SR (45) tak henti-hentinya menangis jika teringat peristiwa yang menimpa anaknya. Putri tunggalnya yang masih menginjak sekolah SMP ini telah menjadi salah satu korban kasus persetubuhan anak dengan terdakwa Soni Sandra.

"Sakit hati ini kalau teringat kejadian yang menimpa anak saya. Dia harapan saya satu-satunya, tapi telah menjadi korban tindakan pelaku pedofilia," ungkap Ny SR.

Perempuan itu mengakui tidak dapat memenuhi seluruh permintaan anaknya akan baju baru dan HP baru. Maklum Ny SR hanyakan pemilik warung kopi dengan penghasilan yang tidak pasti. "Keuntungan saya hanya sedikit, mana mungkin membelikan HP dan baju baru," tuturnya.

Namun yang juga disesali karena Ny SR kurang begitu peduli dan tidak terlalu mengawasi pergaulan anaknya. "Karena repot mengurus warung, saya tidak memperhatikan siapa saja teman-tamannya," ungkapnya.

Karena dari salah pergaulan itulah yang telah menjerumuskan putrinya. Dari pergaulan yang salah. Sehingga putrinya menjadi salah satu korban kasus persetubuhan anak.

Ungkapan senada juga dikemukakan SP (51) yang mengakui tidak begitu memperhatikan tumbuh kembang anak-anaknya. Seharian SP biasa mengamen di pasar sehingga tidak memperhatikan dengan siapa anaknya begaul.

"Teman-teman sebaya anak saya memang banyak. Tapi siapa saja anaknya kami tidak begitu memperhatikan. Kemana saja mainnya juga tidak pernah cerita," ujarnya.

SP mengakui anaknya punya baju baru dan HP baru tapi tidak pernah ditanya darimana mendapat uang untuk membelinya. "Kalau tahu diberi orang karena berbuat yang tidak pantas tentu kami akan melarangnya," ujarnya.

SP berharap supaya kejadian serupa tidak terjadi lagi agar orangtua memperhatikan anak-anaknya. "Kami memang lupa selama ini tidak dapat memberikan materi dan kasih sayang sehingga anak menjadi salah bergaul," ungkapnya.

Dari hasil penyelidikan Polres Kediri Kota, jumlah korban Soni Sandra mencapai 17 anak. Namun baru 7 korban yang kasusnya diproses sampai pengadilan. Malahan data tidak resmi yang dihimpun Aliansi LSM Kediri, jumlah korbannya mencapai puluhan.

Menteri Pembedayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Prof Yohana Yembise mengaku trenyuh dengan kejadian yang menimpa anak-anak remaja di Kota Kediri. Dia menyebutkan, permasalahan tindak kekerasan yang menimpa anak merupakan masalah bersama.

Sehingga semua pihak harus ikut memberikan perhatian. "Dari Aceh sampai Papua permasalahan tindak kekerasan terhadap anak ini selalu ada. Untuk itu kami mengajak semua pihak terutama orangtua untuk lebih mempedulikan tumbuh kembang anak-anaknya," ungkapnya.

Dicontohkan, dalam sehari orangtua paling tidak harus berkomunikasi dengan anaknya. Ikut peduli dan memberi perhatian serta kasih sayang. Namun yang tidak kalah pentingnya juga memperhatikan dengan siapa anak-anak bergaul. "Jangan sampai anak salah pergaulan," harapnya.

Harapan yang sama juga diungkapkan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar meminta orangtua untuk ikut peduli terhadap anak-anaknya. "Awasi pergaulan anak, jangan sampai salah bergaul sehingga malah menjerusmuskan anak," ujarnya.

Dalam setiap kesempatan bertatap muka dengan masyarakat, Mas Abu sapaan Wali Kota Kediri juga mengingatkan orangtua jangan sampai lengah. Pemerintah sendiri terus berupaya menciptakan suasana kota yang ramah anak.

Malahan di setiap sekolah di Kota Kediri telah dikembangkan peran tutor atau penyuluh sebaya. Sehingga jika permasalahan yang dihadapi dapat diungkapkan untuk mendapat solusinya.

Sementara dari hasil fakta yang terungkap di persidangan, kasus persetubuhan anak dengan terdakwa Soni Sandra terjadi karena anak-anak ingin gaya hidup glamour. Gaya hidup ini dengan sedikit bekerja tapi dapat uang yang melimpah.

Sehingga saat anak memasuki masa labil akan mudah terpengaruh dengan iming-iming materi yang menggiurkan. Dari iming-iming itulah anak-anak akan sangat mudah terpengaruh pergaulan yang salah.


Sumber : suryamalang.tribunnews.com