logo.png

Penertiban PKL di depan Lapangan Gajah Mada Kota Kediri Diwarnai Adu Mulut


 

KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Ratusan petugas satpol PP dengan menggunakan alat seadanya membongkar paksa pedagang kaki lima (PKL) di depan lapangan Gajah Mada Kecamatan Pesantren Kota Kediri, Selasa (7/5) pagi.

Meski tidak ada perlawanan dari pemilik warung atas penertiban itu, namun dalam pembongkaran sempat diwarnai adu mulut antara kepala satpol PP Ali Muklis dengan Mamad salah seorang pemilik warung. Menurut Mamad, pembongkaran dinilai sangat arogan dan tidak bijaksana. Sebab saat ini pihaknya bersama pemilik warung lain masih menungggu janji camat Pesantren yang ingin menata PKL di depan lapangan gajah mada tersebut, dengan memberikan bantuan tenda bongkar pasang.

“Pak saya minta hentikan pembongkaran ini, pembongkaran ini sangatlah tidak bijaksana. Sebab, selama ini dialog antara pedagang dengan satpol PP belum menemukan titik temu dan solusi. Bapak jangan arogan gini main bongkar warung kami,” teriak Mamad di hadapan Kasatpol PP.

Mendapat keluhan itu, tidak membuat petugas Satpol PP berhenti melakukan penertiban. Sebab, pihak Satpol PP mengaku sudah memberikan peringatan sebanyak tiga kali agar membongkar warung semi permanen itu.

“Yang jelas, mereka menempati aset milik pemerintah, dan kami minta agar berjualan dengan tenda bongkar pasang tidak mereka indahkan. Malah membangun tenda semi permanen seperti ini,” tegas Kasi Trantib Satpol PP Nurkhamid.

Menurutnya, pihak pemerintah tidak melarang PKL berjualan, namun jualannya menggunakan tenda bongkar pasang. “Pada dasarnya kami tidak melarang PKL berjualan, tapi jualannya harus menggunakan tenda bongkar pasang, tidak tenda semi permanen seperti ini,” ujarnya.

Sesuai pantauan, beberapa warung yang berjualan sempat kebingungan ketika petugas Satpol PP datang dan langsung melakukan pembongkaran. Beberapa makanan yang sudah siap dihidangkan untuk dijual, terpaksa diamankan.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu, Satpol PP mengajak dialog dengan para pedagang yang jumlahnya sekitar 13 warung ini. Awalnya para pedagang berjualan di depan lapangan gajah mada tepat di tepi jalan. Namun saat itu pihak Satpol PP meminta agar para pedagang berjualan lebih ke dalam mepet dengan tembok lapangan. Namun belum sampai satu bulan kepindahan mereka, kini satpol PP melakukan penggusuran. (rif/rev)


Sumber : bangsaonline.com