logo.png

Puluhan Kelurahan di Kediri Belum Ajukan Prodamas


ANTARA News Jawa Timur

Puluhan Kelurahan di Kediri Belum Ajukan Prodamas
Kabag Humas Pemkot Kediri Apip Permana. (foto Asmaul Chusna)
 
 "Untuk pengumaman daftar belanja dan laporan tidak hanya di kelurahan, bahkan harus dipasang di tiap RT," 
 
Kediri (Antara Jatim) - Sedikitnya ada 18 kelurahan dari total 46 yang ada di Kota Kediri, hingga kini belum mengajukan proposal untuk pencairan program pemberdayaan masyarakat (Prodamas) 2016.
    
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Kediri Apip Permana, mengemukakan saat ini dari pemkot masih menunggu dari masing-masing kelurahan terkait dengan pengajuan dana prodamas.
 
"Ada 28 dari 46 yang sudah mengajukan pencairan, nanti langsung lewat rekening ke pengelola keuangan," ungkapnya.
 
Ia menegaskan, pemkot ingin agar pelaksanaan Prodamas 2016 menjadi lebih baik. Berbagai evaluasi telah dilakukan dalam pelaksanaan Prodamas 2015, di antaranya terkait dengan pendamping maupun pelaksanaan kegiatan.
 
Ia mengemukakan, pemerintah juga membuat beberapa aturan terkait dengan prodamas, seperti tidak menggunakan dana prodamas untuk keperluan pribadi, tidak diperkenankan mencari keuntungan materi serta tidak dianjurkan untuk menyerahkan kegiatan pada pihak ketiga.
 
Ia pun meminta agar masyarakat diajak belanja, termasuk RT juga harus mengumumkan terkait dengan anggaran dan penggunaannya di papan pengumuman.
 
"Untuk pengumaman daftar belanja dan laporan tidak hanya di kelurahan, bahkan harus dipasang di tiap RT," ujarnya.
 
Ia juga menampik jika pencairan prodamas 2016 bermasalah. Ia pun menegaskan, jika prodamas sudah dikonsultasikan ke mendagri dan dari hasil konsultasi itu pun tidak ada masalah.
 
Apip berharap pelaksanaan prodamas 2016 bisa berjalan dengan lancar. Ia juga berharap, seluruh elemen masyarakat terlibat aktif dalam prodamas tersebut. Selain itu, ia pun meminta agar Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (LPMK) juga ikut membantu mengontrol dalam realisasi prodamas tersebut.  
 
Prodamas merupakan program dari era pemerintahan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dan Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah. Setiap RT mendapatkan anggaran dana Rp50 juta per tahun yang bisa dimanfaatkan baik untuk fisik maupun sosial. (*)

Sumber : antarajatim.com