IMG-20160607-WA0020

ADAKITANEWS, Kota Kediri – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kediri merobohkan bangunan warung permanen di depan Stadion Gajahmada, Selasa (07/06). Penggusuran inipun mendapatkan protes dari pemilik warung yang mengaku sudah memiliki izin.

Pantauan tim adakitanews.com, puluhan petugas Satpol PP yang melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) setibanya dilokasi langsung membongkar bangunan permanen yang berjajar didepan Stadion. Tiang penyangga langsung dicopot sehingga bagian atap bangunan rata dengan tanah.

Namun, penertiban ini mendapat penolakan dari pemilik warung yang mengaku sudah memiliki izin dari Kantor Kecamatan. Bahkan, mereka juga bersedia merubah bangunannya dengan semi permanen agar bisa dibongkar dan dipasang kembali.

“Pembongkaran paksa ini adalah bentuk arogansi Pemerintah yang tidak memberikan kebijaksanaannya kepada kami masyarakat kecil,” ujar Mamat salah satu pemilik warung yang ikut dibongkar

Petugas tidak menghiraukan keluhan pemilik warung. Mereka tetap melanjutkan pembongkaran karena telah memberikan 3 kali peringatan kepada pemilik warung.

“Jumlah bangunan warung yang dibongkar Satpol PP sebanyak 12 unit. Bangunan itu menempati tanah aset milik pemerintah tanpa izin. Sebenarnya, kita (Pemerintah-red) tidak melarang mereka berjualan, dengan catatan bentuk bangunan harus semi permanen dengan sistem bongkar pasang,” jelas Kasi Kentraman dan Ketertiban (Trantib) Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid disela-sela pembongkaran bangunan.(Zay)

 

Keterangan Gambar : Pembongkaran bangunan permanen di Stadion Gajahmada Kota Kediri oleh Satpol PP, Selasa (07/06).(Foto:Ist)