logo.png

Pemkot Kediri Lakukan Operasi Pasar untuk Tekan Harga


ANTARA News Jawa Timur

Pemkot Kediri Lakukan Operasi Pasar untuk Tekan Harga
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. (foto Asmaul Chusna)
 
 "Ada empat titik untuk pelaksanaan operasi pasar. Kegiatan ini berlangsung mulai 8 Juni hingga 28 Juni 2016," 
 
Kediri (Antara Jatim) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, melakukan operasi pasar yang ditempatkan di kantor kelurahan wilayah kota ini, guna menekan harga bahan pokok yang sudah naik saat Ramadhan 2016.
     
"Ada empat titik untuk pelaksanaan operasi pasar. Kegiatan ini berlangsung mulai 8 Juni hingga 28 Juni 2016," kata Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar kepada wartawan di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota, Kediri, Rabu.
     
Dalam operasi pasar itu di hari pertama ini, empat titik yang digunakan sebagai lokasi operasi pasar Pemkot Kediri ini, yaitu di Kelurahan Dermo masuk Kecamatan Mojoroto, Kelurahan Semampir masuk Kecamatan Kota, Kelurahan Bawang masuk Kecamatan Pesantren serta Pasar Setonobetek, Kota Kediri.
     
Sejumlah bahan pokok disediakan dalam operasi pasar itu, yaitu beras yang disediakan hingga 150 karung isi 5 kilogram, gula pasir yang disediakan hingga 550 kilogram, telur hingga 150 kilogram, dan minyak goreng hingga 192 bungkus.
     
Untuk harga jual, juga terdapat selisih ketimbang harga di pasar. Beras premium harganya per karung adalah Rp45.000, dimana rata-rata harganya adalah Rp50.000 per karung isi 5 kilogram, gula pasir harganya Rp11.000 per kilogram, padahal di pasar harganya masih sekitar Rp15 ribu per kilogram.
     
Selain itu, minyak goreng harganya adalah Rp19.000 per bungkus isi 1,8 liter, selisih ketimbang harga di pasar yang harganya sekitar 22 ribu per bungkus dan telur harganya Rp18 ribu per kilogram, selisih ketimbang harga di pasar yang bisa mencapai 20 ribu per kilogram. 
    
Proses pelaksanaan operasi pasar berjalan dengan cepat. Warga sudah antre, bahkan sempat terjadi desak-desakan saat operasi pasar. Namun, hal itu tidak lama terjadi, warga akhirnya bisa tertib.
     
Sejumlah warga mengaku memang sengaja antre, sebab harga yang dijual di operasi pasar selisih ketimbang di pasar tradisional. Mereka pun tidak keberatan jika antre agak lama.
     
Yulis, salah seorang warga yang antre mengaku membeli telur banyak. Rencananya, telur itu akan digunakan sebagai bahan membuat roti untuk keperluan Lebaran 2016.
     
"Kalau harganya rata-rata selisihnya bisa sampai Rp5.000. Ini saya juga beli telur banyak, untuk membuat roti," katanya.
     
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Erni, warga lainnya. Ia juga membeli bahan pokok yang dijual di operasi pasar ini untuk membuat roti guna keperluan lebaran.
     
"Ini tadi antre, tapi akhirnya bisa membeli bahan. Ada selisih harga, sehingga bisa hemat," kata Erni. 
     
Operasi pasar itu memang dilakukan berdasarkan kebijakan Pemkot Kediri. Selain itu, untuk operasi pasar dari Provinsi Jatim, juga masih terus berlangsung di pasar tradisional Kediri, hinga 1 Juli 2016. (*)

Sumber : antarajatim.com