logo.png

Ramadan Permintaan Tenun Ikat Khas Kota Kediri Naik 50 Persen


Reporter : Nanang Masyhari
Ramadan, Permintaan Tenun Ikat Khas Kota Kediri Naik 50 Persen
 
 

Kediri (beritajatim.com) - Bulan ramadan menjadi berkah tersendiri bagi pengrajin Tenun Ikat Kelurahan Bandar Kota Kediri. Permintaan kain khas Kota Kediri ini naik hingga 50 persen dari hari biasa.

Siti Ruqoyah, salah satu pengrajin yang telah menekuni usaha ini sejak tahun 1989 silam mengaku, pada bulan ramadan jumlah permintaan kain tenun ikat naik hingga 50 persen. Bahkan, ia terpaksa menunda pemesanan 600 sampai 700 potong karena keterbatasan jumlah produksi.

“Sejak memasuki bulan ramadan ini, permintaanya sangat banak. Bahkan, kami sudah tidak sanggup lagi memenuhi. Kami terpaksa mengundur pemesanan hingga setelah lebaran. Untungnya, mereka memahami,” ujar Siti Ruqoyah, Senin (13/6/2016).

Para pemesan kain tenun ikat ini datang dari luar kota seperti, Kabupaten Tlungagung, Malang, Surabaya dan Jakarta. Untuk harga kain dibandrol mulai dari Rp 160 ribu per potong ukuran 2,5 meter jenis katun, Rp 250 ribu jenis semi sutra dan Rp 375 ribu untuk jenis sutra

Meski ditunda sehabis lebaran, namun para konsumen memakluminya, karena banyaknya order. Salah seorang pemesan Dwi Nugroho, asal Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk mengaku, tertarik dengan tenun ikat bandar karena buatan dalam negeri dan dikerjakan secara tradisional

Kerajinan kain yang dinamakan tenun ikat ini karena proses penciptaan motifnya dengan cara mengikat sekumpulan benang, kemudian dipintal menggunakan alat pintal bukan mesin atau APBM. Sentra tenun ikat kelurahan bandar kidul ini terdapat 12 pengrajin yang telah menekuni usaha ini selama bertahun-tahun dan memiliki pasar tersendiri baik di dalam negeri maupun manca Negara. (nng/kun)


Sumber : beritajatim.com