logo.png

Wali Kota Kediri Minta Daftar Ulang Sekolah Digratiskan


DetikNews

 
 

Kediri - Memasuki tahun ajaran baru, Wali Kota Kediri Abdullah Abubakar melarang kepala sekolah negeri memungut uang dari wali murid. Bahkan wali kota meminta agar daftar ulang digratiskan. Alasannya, APBD Kota Kediri sudah banyak menggelontorkan untuk kemajuan sekolah. 

Pemkot Kediri sudah menekankan pada Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Kediri agar setiap sekolahan tidak ada pungutan liar (pungli) dan tidak ada daftar ulang yang harus membebani wali murid.

"Saya sudah tekankan setiap sekolahan di Kota Kediri yang masih ada pungli daftar ulang bayar, kepada diknas semua daftar ulang harus gratis, biaya masuk tidak ada, supaya pendidikan murah," kata Wali Kota Kediri kepada detikcom, Selasa (14/6/2016).

Lebih lanjut, menurut Mas Abu, sapaan akrab wali kota meskipun biasanya pungli itu melalui komite. Namun tindakan itu seharusnya bisa menggunakan Corporate Social (CSR), sehingga tidak membebani wali murid "Kita yang jelas ingin sekolah murah kan," terangnya.

Tidak hanya daftar ulang, wali kota juga meminta pihak sekolah tidak menarik biaya masuk atau menahan raport siswa. Sebab, pemerintah daerah juga sudah menganggarkan seragam gratis bagi siswa. Namun, tahun ini seragam belum bisa dibagikan dan para siswa boleh pakai baju bebas saat bersekolah.

"Jika tahun ini kalau seragamnya belum ada pakai baju bebas dan jika ada tindakan pungli atau bayar daftar ulang pasti saya tindak. Kan pemerintah sudah ngasih duit banyak pada sekolah," tandasnya.

Informasi yang dihimpun detikcom, hingga saat ini daftar ulang sekolah di wilayah Kota Kediri masih ada yang mambayar kisaran Rp 200-300 ribu. Dalam daftar ulang tersebut ada biaya asuransi dan beberepa kegiatan sekolah yang tidak tercover oleh APBD Kota Kediri.


(fat/fat)


Sumber : detik.com