logo.png

Sehat Berpuasa dengan Mengonsumsi Jamu Tradisional


 

 

 

 

 

 

 

KBRN, Kediri : Saat Bulan Ramadhan, kesehatan tubuh harus terjaga karena kondisi tubuh mengalami kecenderungan untuk lebih lemah dibandingkan hari normal. Bahkan, rasa lemas umumnya menyerang orang yang berpuasa termasuk pada Bulan Ramadhan.

Oleh sebab itu, sejumlah kalangan masyarakat menjadikan jamu tradisional sebagai pilihan dalam menjaga kesehatan tubuh, terlebih dalam menjalankan ibadah puasa.

"Jamu diyakini mampu menguatkan daya tahan tubuh. Oleh karena itu jamu memang sangat baik untuk dikonsumsi orang yang berpuasa," kata seorang penjual jamu tradisional asal Dusun Mbedreg, Pasar Gringging, Kabupaten Kediri, Sumarmi, ditemui di Kediri, Kamis (16/6/2016).

Perempuan yang mengenakan topi tradisional atau disebut capil, menjelaskan, minum jamu saat berpuasa tidak berbahaya. Dia menilai, jamu adalah minuman racikan yang dibuat secara alami. Dengan demikian, jamu dapat diminum setiap saat.

Di sisi lain, ada pula jamu yang menguatkan daya tahan tubuh orang yang lagi berpuasa. Ada juga jamu yang menjaga lambung sehingga mereka tidak kena penyakit lambung dengan mudah.

"Dengan minum jamu, seseorang tidak akan merasa perih. Malahan si peminum jamu semakin merasa bugar setelah meminumnya," katanya.

Ibu beranak empat itu mengungkapkan, keyakinannya terhadap jamu telah teruji sejak lama. Apalagi, dia telah menjual jamu secara keliling dengan menggunakan sepeda ontel kebanggaannya tersebut sejak tahun 1980an.

Untuk itu, saran dia, masyarakat yang belum gemar meminum jamu diharapkan bisa mencoba mengonsumsi aneka jenis jamu. Selama ini nenek dari enam orang cucu itu telah menjual beragam jenis jamu. Antara lain kunir atau kunyit, beras kencur, temulawak, cabe puyang, dan suruh.

Perempuan setengah baya yang selalu tampak segar itu mengaku, juga menyediakan jamu gepyokan. Jamu jenis itu sangat cocok bagi ibu menyusui yang sedang berpuasa Ramadhan. Terlebih jamu gepyokan memang dibuat dari berbagai bahan jamu yang sangat lengkap.

"Dengan begitu, bayi dari si ibu yang berpuasa tetap bisa memperoleh banyak limpahan air susu ibu (ASI). Sementara sang ibu tetap dapat menjalankan ibadah puasanya dengan tenang dan lancar," katanya.

Terkait waktu yang ideal meminum jamu saat puasa, ulas dia, idealnya dikonsumsi pada saat berbuka puasa dan sahur. Langkah itu dipercaya dapat mengurangi risiko sakit maag saat berpuasa.

Untuk mendapatkan jamu racikan Sumarmi, konsumen hanya perlu mengeluarkan dana minim. Tiap satu gelas jamu dijual seharga Rp1.000. Namun buat mereka yang mau menyimpan jamu berlebih di lemari es cukup mengeluarkan dana Rp7.000 untuk satu botol besar.

"Walau jamu aman dari efek samping, ada beberapa jamu yang kadar asamnya tinggi. Misalnya Asam Jawa di mana minuman itu bagus dikonsumsi setelah makan karena sifatnya baik untuk mengurangi lemak," katanya.

Saat bulan puasa, kata dia, hasil jualannya lebih sedikit dibandingkan ketika bulan normal. Penyebabnya selama puasa pola konsumsi jamu masyarakat berbeda.
Di samping itu, perempuan yang memasuki usia setengah abad tersebut juga menjalankan ibadah puasa.

"Untuk itu saya membatasi jangkauan penjualan atau hanya berjualan di dekat rumah. Upaya ini guna menjaga kondisi badan agar tidak lelah dan bisa berpuasa sehari penuh," katanya.

Sementara itu, di lokasi berbeda, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kediri. Kristianto mengemukakan, bangga dengan performa UMKM di area kerjanya. Saat ini jumlah UMKM di Kediri meningkat menjadi 31.000 pengusaha kecil.

"Angka itu, mengalami peningkatan dibandingkan jumlah UMKM pada tahun lalu sebanyak 26.000 pengusaha kecil," katanya.

Umumnya, lanjut dia, mereka bergerak di sektor usaha makanan-minuman. Salah satunya pengusaha jamu tradisional yang saat ini kian berkembang. Apabila zaman dulu banyak ditemui penjual jamu gendong, sekarang tidak. Mereka ada yang menjual jamu dengan bersepeda, naik motor, maupun menyewa stan toko.

"Sistem penjualannya pengusaha jamu masa kini, juga mulai berkembang. Dari yang awalnya tradisional menjadi modern serta memakai sistem online," katanya. (AC/DS)


Sumber : rri.co.id