20160617_171510

ADAKITANEWS, Kota Kediri – Tidak bisa dipungkiri pasar di Indonesia saat ini didominasi oleh warga asing khususnya dari Negara Cina.  Abu Bakar Walikota Kediri mengajak pengusaha didaerahnya mengambil alih situasi pasar tersebut.

Walikota Kediri yang akrab disapa Mas Abu mengumpulkan kembali 30 pengusa muda dan wanita yang terpilih dalam lomba UKM Kota Kediri beberapa waktu yang lalu. Mas Abu yang tidak bisa hadir dalam malam anugerah kemarin, menyempatkan waktunya bertatap muka secara langsung, Jumat (17/06) di ruang Kilisuci Pemkot Kediri untuk sharing sekaligus buka bersama.

Selain Walikota, Mas Abu juga dikenal sebagai pengusaha muda melalui usaha kulit yang Ia geluti hingga sekarang sudah go internasional. Melalui segudang pengalamannya, Mas Abu memberikan tipa-tips agar menjadi pengusaha sukses yang mampu memengaruhi pasar.

“Saya melihat potensi Kota kita ini sebagai pusat perdagangan, jasa, dan pendidikan. Kalau dipaksakan sebagai kota wisata, ini sangat sulit karena potensi wisata kita tidak seperti Kota Batu,” kata suami Ferry Silviana Feronica ini.

Keyakinan Mas Abu ini sebenarnya sudah terlihat sejak Ia menjadi Wakil Walikota pada periode sebelumnya. Namun, setelah konsultasi ke beberapa ahli, Mas Abu baru benar-benar yakin akan potensi daerahnya. Setelah yakin, Mas Abu langsung merepositioning Kota Kediri mutlak sebagi kota perdagangan, jasa, dan pendidikan.

20160617_171425Momen itu terlihat setelah melalui Dinas Koperasi dan UMKM menggali pengusaha-pengusaha asli Kota Kediri. Akhirnya, terpilihlah 30 pengusaha yang hingga saat ini terus ditempa agar mendapatkan wawasan untuk membesarkan usahanya.

“Pasar saat ini didominasi oleh pengusaha asing terutama Cina. Ayo, mulai saat ini kita harus bekerja lebih keras agar bisa mengintervensi pasar khususnya di negara kita,” ajak Mas Abu

Acara silaturahmi ini ditutup dengan buka bersama dan solat magrib berjamaah. Setelah itu, pengusaha berkesempata berfoto dengan Mas Abu bersama produk-produknya.(*/Zay)

Keterangan Gambar : Walikota Kediri bersama 30 pengusaha di ruang Kilisuci Pemkot Kediri.(foto: Zayyin)