IMG-20160622-WA0017

ADAKITANEWS, Kota Kediri – Pendidikan merupakan komponen paling penting dalam kehidupan manusia guna mengarungi kemajuan zaman. Namun, tanpa adanya uang, niscaya pendidikan itu tidak dapat diraih terutama bagi masyarakat pinggiran kota. Oleh karenanya Walikota Kediri membuat terobosan dengan memberikan beasiswa bagi masyarakat yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan.

Mulai tahun ini, Mas Abu begitu warga Kota Kediri menyapa Walikotanya meluncurkan 1500 beasiswa bagi warga Kota Kediri. Tapi, beasiswa ini diberikan kepada mereka (mahasiswa) yang selain asli warga kota juga harus kuliah di Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri.

“Kami berharap dengan pendidikan yang tinggi, rantai kemiskinan itu bisa terputus,” begitu kata Mas Abu usai memberikan beasiswa kepada Tanuya Mayasari mahasiswa semester 2 STAIN Kediri.

Ketimpangan sosial memang diupayakan oleh pemerintah pusat melalui sejumlah bantuan dari sejumlah kementerian. Namun, Mas Abu menganggap, jika orang tua mendapatkan suport untuk memperbaiki hidup, maka Ia memilih memberikan beasiswa ke anak-anak berprestasi di tingkat Peguruan Tinggi.

“Kami tidak ingin apabila ada warga yang tidak mampu, terus anaknya ikut tidak mampu itu kita tidak ingin. Kalau orang tuanya sudah mendapatkan bantuan dari Pemda seperti BLSM, maka kita harus memikirkan anaknya. Bagaimana anak itu kita suport dengan dana supaya kuliah dengan bagus,” tambah Abu Bakar.

20160622_114545Bukan hanya warga yang tidak mampu, tapi mahasiswa yang berprestasi dibidang pendidikan. Jika melihat syarat itu berarti sang mahasiswa bertanggungjawab dengan prestasinya khususnya IPK. Ya, jika berprestasi dibidang pendidikan tolak ukurnya adalah nilai IPK dengan minimal 3,5.

“Mau tidak mau, dia (mahasiswa penerima beasiswa Pemkot) harus bertanggungjawab. Dia harus menjaga nilai IPK nya agar tahun depan bisa mendapatkan beasiswa lagi,” jelas suami Ferry Silviana Feronica

Dengan kata lain, Pemerintah Kota Kediri melalui dinas pendidikan ingin membangun kesadaran berpendidikan. Bahwa, mahalnya biaya pendidikan itu pasti bisa diatasi jika ada upaya sungguh-sungguh. Karena, dengan berpendidikan harapan itu selalu ada. Harapan untuk mengubah nasibnya, nasib keluarga, bahkan nasib bangsanya.

Selain Tanuya Mayasari warga Jl. Tirtoudan Kelurahan Pesantren, Rabu (22/06) Walikota memberikan beasiswa kepada Wiretno Mahasiswi Unair semester VI warga Kelurahan Bandar Lor gang VA.(*/Zay)

Keterangan Gambar : Walikota Kediri Abdulloh Abu Bakar memberikan beasiswa kepada dua penerima di Kelurahan Pesantren dan Bandar Lor Kota Kediri.(Foto: Zayyin)