logo.png

Warga Miskin Kediri Tak Perlu Bingung Kuliah Pemkot Akan Bayari


Reporter : Nanang Masyhari
Warga Miskin Kediri Tak Perlu Bingung Kuliah, Pemkot Akan Bayari
 
Foto Ilustrasi

Kediri (beritajatim.com) - Warga miskin Kota Kediri yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi kini tidak perlu bingung. Sebab, Pemerintah Kota Kediri membuka program beasiswa pendidikan bagi pelajar berprestasi namun kurang beruntung dalam sisi perekonomian.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri Siswanto mengungkapkan, telah menyelenggarakan program beasiswa S1 hingga S2 bagi siswa berprestasi dari keluarga miskin sejak dua tahun terakhir. Kabar menggembirakan ini tentu sudah dinantikan warga Kota Kediri.

"Tujuan kami untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi keluarga miskin untuk meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga dengan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi," kata Kepala Disdik Kota Kediri, Siswanto, Rabu (22/6/2016)‎.

Dia menambahkan, program beasiswa tahun ini sudah terjaring 100 siswa. Para calon penerima beasiswa bisa memilih fakultas yang sesuai dengan minatnya. Tentu dengan tanggung jawab harus menyelesaikan pendidikan sesuai target. Karena itu, ada proses seleksi untuk dapat menerima beasiswa tersebut. 

"Yang jelas untuk dapat beasiswa, setelah lolos seleksi survey dari tim Disdik," imbuhnya.

Menurutnya, dalam mendapatkan beasiswa tersebut, siswa harus melampirkan nilai rapor hingga surat keterangan tidak mampu dari pihak kelurahan setempat. Kemudian, dalam pengajuannya, siswa mengajukan keperluan yang dibutuhkan dalam perkuliahan ke Dinas Pendidikan Kota Kediri. 

"Jadi kita berikan beasiswa ke tiap siswa sesuai yang mereka minta dan itu harus dibelikan apa yang dimintanya," tegasnya.

Untuk diketahui, Dinas Pendidikan Kota Kediri menganggarkan beasiswa untuk 1.500 siswa miskin yang hendak melanjutkan ke jenjang perkuliahan. Sehingga, dari quota sebanyak 100 siswa tahun ini ada yang menerima Rp 6 juta sampai Rp 15 juta.

Salah satu penerima beasiswa adalah Wiretno (20) warga Kelurahan Bandar Kota Kediri. Dia melanjutkan pendidikannya ke Universitas Airlangga Surabaya dan Tanuya Mayasari (19) warga Kelurahan Tosaren yang melanjutkan ke STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri) Kota Kediri. 

Keduanya mendapatkan beasiswa pendidikan sebesar Rp 6 juta yang akan digunakan sebagai kebutuhan penunjang kuliah dan pembayaran daftar ulang semester.

"Beasiswa ini sangat terbantu saya. Dengan beasiswa ini saya bisa membeli printer dan membayar uang daftar ulang," ujar mahasiswi jurusan Tarbiyah di STAIN Kediri. [nng/but]

Kamis, 23 Juni 2016


Sumber : beritajatim.com