logo.png

Penerima Beasiswa Gunakan Uang untuk Keperluan Kuliah


ANTARA News Jawa Timur

 Penerima Beasiswa Gunakan Uang untuk Keperluan Kuliah
Tanuya Mayasari (19), salah seorang penerima beasiswa dengan keluarga, Rabu (22/6). (foto Asmaul Chusna)
 
 "Dulu sebelum pengajuan, diminta membuat daftar penggunaan uang tersebut. Saya mengajukan untuk membeli 'laptop (komputer jinjing) serta print," 
 
Kediri (Antara Jatim) -  Penerima program beasiswa pendidikan dari Kota Kediri, Jawa Timur, mengaku akan menggunakan uang yang didapatnya untuk keperluan kuliah, sesuai dengan rencana yang pernah diajukan sebelumnya.
     
"Dulu sebelum pengajuan, diminta membuat daftar penggunaan uang tersebut. Saya mengajukan untuk membeli 'laptop (komputer jinjing) serta print," kata Tanuya Mayasari (19), salah seorang penerima program beasiswa pendidikan tersebut, Rabu.
     
Tanuya yang merupakan warga Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri ini sudah lama mengajukan beasiswa. Ia mendapatkan informasi terkait beasiswa tersebut dari pamannya. Setelah mendapatkan kejelasan terkait dengan persyaratan, ia melengkapinya.
     
Perempuan yang kini duduk di semester III STAIN Kediri itu mengatakan, untuk mengajukan beasiswa diminta sejumlah kelengkapan misalnya salinan kartu tanda penduduk (KTP), surat tidak mampu, nilai 'rapor, maupun rencana penggunaan dana tersebut. Ia sempat menunggu lama, hingga akhirnya ada kabar jika dirinya termasuk yang mendapatkan beasiswa tersebut.
     
Sementara itu, Beni Firmansyah (57), ayahanda Tanuya mengaku bangga dengan hasil yang diperoleh anaknya. Ia tetap mendukung anaknya, agar bisa mendapatkan pendidikan yang lebih baik.
     
"Semoga bermanfaat. Keluarga juga mendukung usahanya," kata pria yang sehari-hari bekerja sebagai penarik becak ini.
     
Ia mengaku, pendapatan yang diperolehnya sebagai penarik becak cukup untuk keluarga. Namun, ia akan berupaya keras, agar anak-anaknya bisa mendapatkan pendidikan yang lebih baik.
     
Hal yang sama juga diungkapkan oleh ibundanya, Supini (47). Ia pun rela bekerja sebagai penjahit untuk menambah pendapatan keluarga. 
     
"Kalau saya setiap hari menjahit, tapi itu juga ikut tetangga. Namun, saya berharap, semua anak-anak bisa belajar dengan baik," harapnya.
     
Selain Tanuya, mahasiswa asal Kota Kediri lainnya yang juga mendapatkan program beasiswa pendidikan dari Pemkot Kediri adalah Wiretno (20), asal Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Namun, saat rombongan Wali Kota ke rumahnya, yang bersangkutan sedang kuliah di Unair Surabaya. 
     
Basuki (59), ayahanda Wiretno mengatakan, anaknya sempat cerita jika mengajukan beasiswa. Ia bersyukur pengajuan itu diterimanya. Ia pun berharap, anaknya bisa menjadi sukses.
     
Hal yang sama juga diungkapkan oleh ibunda Wiretno, yaitu Siti Asiyah. Dengan beasiswa yang diterima anaknya, diharapkan bisa bermanfaat.
     
"Semoga beasiswa itu bermanfaat untuk pendidikannya. Ia juga sempat mengajukan beasiswa ke Korea dan dari kampusnya disetujui. Sekarang, dapat beasiswa dari pemkot," ujar perempuan yang bekerja menjahit ini. 
     
Pemkot Kediri mengalokasikan program beasiswa pendidikan untuk mahasiswa dari keluarga kurang mampu sebanyak 1.500 kuota. Dengan beasiswa itu, diharapkan bisa membantu untuk menunjang pendidikan mereka. 
     
"Target kami banyak, kami siapkan 1.500 dan sekarang dioptimalkan. Kami tidak ingin apabila ada warga yang tidak mampu di Kota Kediri, anaknya juga ikut tidak mampu. Kami ingin dukung dengan dana, supaya bisa kuliah dengan bagus dan jika selesai harapannya bisa mengangkat keluarga," kata Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. (*)

Sumber : antarajatim.com