logo.png

Sensasi Berbuka Puasa dengan Es Krim Durian Medan


  • Sensasi Berbuka Puasa dengan Es Krim Durian Medan
 

KBRN, Kediri : Marhaban Yaa Ramadhan. Kalimat itu selalu menggema setiap bulan puasa tiba. Bahkan mayoritas umat muslim telah lama menanti, datangnya bulan penuh berkah tersebut.

Seperti halnya, Diana Ambarwati, pemilik usaha es krim durian merek Dade, di Kota Kediri. Perempuan yang penuh talenta dan inovasi itu tak ingin melewatkan bulan ramadhan begitu saja.

Selain memperbanyak amalan ibadah dan berbuat baik terhadap sesama, dengan tangan dinginnya dia berusaha memburu berkah ramadhan. Upaya itu dilakukannya Olahragadengan memproduksi es krim dari bahan utama si Raja Buah, durian.

Dari namanya saja, siapa yang tak suka durian. Mungkin ada orang yang tidak gemar menyantap durian. Tapi kalangan itu bisa dihitung dengan jari. Nah, dari buah berduri itu dia mengolahnya menjadi beragam es krim dengan berbagai hiasan toping.

Modal awalnya, kata Diana, adalah percaya diri bahwa produk yang dibuatnya pasti disukai konsumen. Padahal es krim yang dibuatnya hanya berbekal dari resep yang diuji coba sendiri.

Untuk mendapatkan rasa yang tak biasa perempuan sejuta kreasi itu, memanfaatkan durian Medan yang terkenal dengan rasa legit dan harum. Sementara itu, proses pembuatan es krimnya dilakukan setiap hari. Resep rahasianya sangat sederhana yakni dengan mencampur susu, gula, dan sedikit air. Kemudian baru mencampurkan buah durian.

Usaha es krim itu, jelas dia  baru dirintisnya sejak awal Maret 2016. Dalam sehari dia biasa membuat sekitar 2 liter es krim. Jika menjadi cup kecil bisa dibuat sekitar 40 cup.

Mengenai harga jual, pihaknya tak mematok harga tinggi. Untuk cup kecil seharga 2.000 rupiah. Kalau cup medium dijual 5.000 rupiah sedangkan yang kemasan 'boks' seharga 32 ribu rupiah.

Saat mengawali usahanya dia mengaku penuh tantangan tersendiri. Selain harus bekerja keras untuk promosi dia juga terus membuat terobosan baru dengan berbagai varian rasa. Ada rasa original, meses kacang, meses keju, meses kismis serta oreo.

Untuk mengembangkan pasar dia juga menggunakan sarana grup di media sosial. Bahkan, jikalau ada yang membeli dalam jumlah banyak dia pun tak segan memberikan bonus atau tidak mengenakan ongkos kirim. Selain itu, pihaknya juga mempunyai reseller dan memanfaatkan koneksi teman pada masa lalunya.

Pada masa mendatang, dia meyakini,  usahanya ini bisa berkembang lebih maju. Apalagi es krim durian yang dijualnya mempunyai cita rasa yang khas dan lebih menonjolkan buah durian.

Mengenai pembuatannya sendiri, kata dia, memakai rumus satu banding satu antara es dengan daging duriannya. Jadi secara rasa, daging duriannya memang sangat menonjol. Apalagi sebelumnya, dia pernah mencoba es krim durian di Malang tapi rasanya sudah tercampur dengan "essense" (perasa) dan buah duriannya sedikit.

Sementara itu, salah seorang pembeli asal Kota Tahu, Yenny mengaku, ketagihan makan es krim ini. Bahkan selama di lokasi penjualan yang berada di Jalan Tinalan Gang IV Nomor 14 Kota Kediri/ dia sudah habis tiga cup. Dan, berniat membeli lagi untuk dinikmati di rumah bersama keluarga tercinta.

"Apalagi dari dulu, saya memang pecinta buah durian," kata Yenny.

Di lokasi sama, pembeli es krim asal Kediri, Febry Tri Sukma mengatakan, es krim ini mempunyai keunikan. Oleh sebab itu tak cukup rasanya kalau hanya mencicipi satu cup es krim saja. Hal itu karena es krim ini tidak hanya memiliki keunggulan dari sisi rasa. Akan tetapi harganya juga sangat terjangkau oleh kantong anak sekolah sepertinya.

Saat membeli, perempuan usia belasan tahun itu mengemukakan, sempat merasakan es krim rasa original. Ternyata benar rasanya sangat asli durian bukan ada tambahan perasa durian. Tapi sepertinya si pembuat es krim itu benar-benar menjaga kesegaran dan kualitas durian yang diolahnya.

Dengan begitu, konsumen merasa puas dan selalu ingin menikmati legitnya es krim itu terlebih pada bulan puasa seperti sekarang. Yang mana, cuaca saat ini cenderung panas dan berbuka puasa dengan es krim durian merupakan salah satu pilihan menarik. (AC/DS)


Sumber : rri.co.id