logo.png

150 Penarik Becak di Kediri Dapat Jaminan Kematian Gratis


ANTARA News Jawa Timur

150 Penarik Becak di Kediri Dapat Jaminan Kematian Gratis
Penarik becak dalam kegiatan pemberian jaminan kematian gratis dari BPJS Ketenagakerjaan Kediri, Jumat (24/6). (foto istimewa )
 
 "Ini 'employee volunteering program' dan inisiatif kami, memberikan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan gratis untuk pengayuh becak 30 hari ke depan dengan program jaminan kematian,"
 
Kediri (Antara Jatim) - Sebanyak 150 penarik atau pengayuh becak di Kediri, Jawa Timur, mendapatkan program jaminan kematian gratis yang diberikan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kediri.
     
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kediri Wahyudi Purwanto, Jumat mengemukakan program pemberian jaminan kematian itu diberikan untuk pengayuh becak selama 30 hari ke depan.
     
"Ini 'employee volunteering program' dan inisiatif kami, memberikan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan gratis untuk pengayuh becak 30 hari ke depan dengan program jaminan kematian," katanya setelah kegiatan tersebut, di Kediri.
     
Ia mengatakan, penarik becak yang diberikan program tersebut adalah mereka yang usianya belum 56 tahun. Sesuai dengan program kepesertaan, mereka didaftarkan dengan program paling rendah Rp1 juta, sehingga iuran yang diberikan senilai Rp16.800 per orang.
    
Lebih lanjut, ia mengatakan penarik becak pun mempunyai risiko saat menjalankan pekerjaannya. Risiko itu beragam misalnya kecelakaan saat bekerja misalnya terserempet, maupun tabrakan hingga meneyebabkan yang bersangkutan meninggal dunia.
    
Pihaknya pun sadar, untuk penarik becak ini kemampuan ekonominya kurang, sehingga untuk membayar sendiri iuran BPJS Ketenagakerjaan dinilai masih mewah. Namun, pihaknya tetap memberikan stimulus agar mereka juga mau melindungi diri sendiri. Jika mereka mengalami musibah dalam rentang waktu yang diprogramkan itu, keluarga mendapatkan bantuan dari BPJS Ketenagakerjaan. 
     
Ia juga mengatakan, program itu memang hanya 30 hari ke depan. Namun, ia berharap, para penarik becak yang sudah terdaftar itu nantinya mau melanjutkan kepesertaannya.
     
"Kami berharap setelah 30 hari, mereka sukarela akan meneruskan, tapi tentunya dengan biaya sendiri," ujarnya. 
      
Secara total kepesertaan, Wahyudi mengatakan hingga kini kepesertaan aktif mencapai 64 ribu yang merupakan penerima upah dari suatu perusahaan, namun untuk tenaga kerja bukan penerima upah yang aktif hingga 6 ribu orang. Mereka dari tiga daerah wilayah BPJS Ketenagakerjaan Kediri yang meliputi Kabupaten/Kota Kediri serta Kabupaten Nganjuk. 
     
Pihaknya menargetkan, pada 2016 ada tambahan hingga 22 ribu peserta untuk penerima upah, sedangkan yang bukan penerima upah hingga 15 ribu peserta. Untuk mencapai target itu, sejumlah langkah dilakukan termasuk dengan memberikan program jaminan kematian gratis untuk penarik becak di Kediri. 
     
Dalam kegiatan tersebut, para penarik becak juga langsung didata. Sebagian dari mereka mendapatkan kartu, namun ada yang masih menunggu, sebab data mereka masih diproses. 
     
Selain mendapatkan kartu, mereka juga mendapatkan paket bahan pokok yang diberikan sebagai salah satu bentuk perhatian dari BPJS Ketenagakerjaan Kediri. 

Sumber : antarajatim.com