logo.png

Petugas di Kediri Temukan Produk Tidak Layak


ANTARA News Jawa Timur

Petugas di Kediri Temukan Produk Tidak Layak
Petugas memeriksa isi parsel saat sidak di Hipermart, Kota Kediri, Selasa (28/6). (foto Asmaul Chusna)
 
 "Untuk sayuran, bila dikemas bisa bertahan 2-3 hari, namun ternyata ditemukan sayur yang tidak layak konsumsi," 
 
Kediri (Antara Jatim) - Petugas gabungan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi (Disperindagtamben) Kota Kediri, Jawa Timur menemukan sejumlah produk tidak layak konsumsi saat inspeksi mendadak di hypermart di kota setempat.


Kepala Disperindagtamben Kota Kediri Yetti Sisworini, Selasa mengemukakan, temuan itu seperti pada sayur yang ternyata sudah layu dan tidak layak konsumsi. Pada labelnya disebutkan belum masuk kedaluwarsa, tapi ternyata sudah layu.

"Untuk sayuran, bila dikemas bisa bertahan 2-3 hari, namun ternyata ditemukan sayur yang tidak layak konsumsi," katanya ditemui setelah sidak.

Selain sayur, petugas juga menemukan makanan kemasan berupa pacar cina yang dari tanggalnya diketahui sudah kedaluwarsa. Bahkan, ada yang labelnya tertulis tahun 2015. Selain itu, pada labelnya juga tidak tertulis dengan jelas, sehingga tidak diketahui dengan pasti tanggal kedaluwarsanya.

Petugas juga menemukan mi basah yang sudah berjamur. Mi tersebut juga berada di display makanan dan sayuran yang dijual di hipermart tersebut. Petugas juga langsung meminta seluruh mi yang sudah tidak layak konsumsi ditarik.

"Mungkin kurang teliti dalam memasukkan kemasan ini. Namun, kami peringatkan untuk bahan yang basah harus teliti untuk pengemasannya dan waktu penarikannya, karena pasti tidak bertahan lama," ujarnya.

Ia juga mengatakan, pemerintah tidak segan memberikan sanksi pada perusahaan itu jika membandel. Pemerintah juga akan malakukan pengawasan langsung serta pembinaan agar kejadian yang sama tidak terulang lagi, sehingga konsumen pun mendapatkan produk yang berkualitas baik.

Selain sayur, petugas juga menemukan makanan kemasan berupa pacar cina yang dari tanggalnya diketahui sudah kedaluwarsa. Pada labelnya tertulis tanggal kedaluwarsa 26 Juni, namun hingga kini produk itu masih dipajang. Selain itu, pada labelnya juga tidak tertulis dengan jelas, sehingga tidak diketahui dengan pasti tanggal kedaluwarsanya.

Yetti pun berharap pengelola pusat perbelanjaan bisa lebih teliti lagi dalam menjual beragam produknya, terutama untuk kedaluwarsa. Selain itu, untuk produk dari luar negeri juga harus sesuai dengan ketentuan pangan di Indonesia, misalnya harus berbahasa Indonesia.

Sementara itu, Kepala Toko hypermart Sandra mengaku akan lebih teliti lagi memasang makanan terutama makanan saji. Untuk pacar cina, ia mengatakan barang itu sebenarnya baru sekitar satu pekan datang, namun ternyata sudah masa kedaluwarsa.

"Kami akan klarifikasi dan mencari tahu masalahnya. Harusnya semua barnag di displai dicek," katanya.

Ia juga menambahkan, seluruh barang yang bermasalah sudah ditarik dan nantinya segera dikembalikan ke penyuplai barang. Perusahaan pun juga berjanji akan lebih teliti menjual makanan.


Sumber : antarajatim.com