logo.png

Jelang Lebaran Omzet Produsen Tahu Takwa Kediri Naik Signifikan


  • Jelang Lebaran,  Omzet Produsen Tahu Takwa Kediri Naik Signifikan
 
29 June
05:142016
 
0 Votes(0)
 
 

KBRN, Kediri : Menyebut nama tahu, pasti masyarakat Indonesia sudah mengenalnya. Bahkan, ketika makanan berbahan baku kedelai itu disandingkan dengan nama daerah maka penggemar kuliner sepakat bahwa Kediri adalah Kota Tahu.

Salah seorang Produsen Tahu Takwa Merek GTT, Gatot Siswanto mengatakan, predikat Kota Tahu disandang Kediri karena banyak ditemukan produsen dan penjual tahu berwarna kuning atau sering disebut Tahu Takwa.

"Sementara, pembuatan Tahu Takwa dilakukan dengan membuat air rendaman tahu yang diberi kunyit atau pewarna makanan," kata Gatot Siswanto, di Kediri, Rabu (29/2016). 

Sebagai makanan khas Kediri, Tahu Takwa memiliki bentuk kotak persegi empat dan agak pipih. Tahu ini juga memiliki tekstur yang lebih baik dan padat dibandingkan tahu putih. Oleh sebab itu, saat dipotong tahu tersebut tak mudah hancur.

Ciri khas tahu itu, tidak hanya kenyal tetapi berpori halus, dan lembut. Dari segi rasa, tahu kuning memiliki rasa gurih tanpa rasa asam sama sekali. Kalaupun digoreng, bagian luarnya akan berubah menjadi kering dan renyah. Kemudian, bagian dalam tahu akan tetap lembut dan kenyal.

Di Kediri, Tahu Takwa dapat dijumpai di sejumlah Pusat Oleh-oleh Khas Kediri. Seperti di Jalan Yos Sudarso dan Jalan Patimura, Kota Kediri.

Lalu, ada pula di berbagai titik di Kabupaten Kediri. Salah satunya, di Pusat Oleh-oleh GTT yang berada di Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Gerai yang menjual beragam oleh-oleh khas Kediri itu, dikelola oleh Gatot Siswanto.

Pria berusia 43 tahun itu, mengawali bisnisnya sejak usia belia sebagai penjual asongan. Saat itu, dia menjajakan Tahu Takwa dan berbagai makanan khas Kediri di jalanan.

Kini, dengan bermodalkan semangat wirausaha yang tinggi, si pedagang asongan tersebut sukses menjalani bisnis Tahu Takwa. Bahkan, kalau awalnya memiliki satu rumah produksi maka pada tahun ini berkembang menjadi tiga rumah produksi.

Hal itu diraihnya, setelah menjalin kemitraan dengan UKM di daerah Ngadiluwih dan Kandat. Dengan begitu, melalui pola kemitraan tersebut maka secara total dia menaungi ratusan UKM Tahu Takwa

Ada pula mitra lain yang bergabung dengannya. Akan tetapi, mereka tidak ikut berproduksi melainkan hanya menjadi agen tahu dan makanan khas Kediri lain. Seperti, Getuk Pisang, Stik Tahu, dan berbagai macam minuman.

Saat bulan puasa maupun menjelang Lebaran ini, dia mengaku, menuai berkah Ramadhan dan penjualannya meningkat 200 persen. Apabila pada hari normal bisa mencapai omzet Rp30 juta per hari maka selama Ramadhan naik menjadi Rp60 juta per hari.

"Kami yakin, pada Lebaran tahun ini omzetnya bisa naik signifikan hingga di posisi Rp100 juta per hari. Hal itu karena seperti pengalaman tahun lalu, saat libur Lebaran ada banyak wisatawan yang datang dan membeli oleh-oleh," katanya.

Dia melanjutkan, dari besaran omzet tersebut dominasi 70 persen disumbang oleh penjualan Tahu Takwa. Sementara, 30 persen lainnya dikontribusi penjualan Getuk Pisang, Stik Tahu, dan minuman.

"Untuk menarik perhatian konsumen, tahun ini kami menjual varian baru yakni Tahu Takwa yang dikemas kedap udara. Syukurlah, animo konsumen sangat baik mengingat dengan kemasan press maka tahu ini bisa tahan hingga dua minggu," katanya.

Di samping itu, lanjut dia, pihaknya memiliki cara lain dalam memasarkan produk. Salah satunya menjual Tahu Takwa miliknya dengan harga terjangkau walaupun dari sisi kualitas tak kalah dengan tahu lain.

"Konsumen cukup mengeluarkan dana Rp21.000 per 10 buah Tahu Takwa kemasan biasa. Lalu, Rp25.000 per 10 buah untuk Tahu Takwa kemasan kedap udara," katanya. (AC/HF)


Sumber : rri.co.id