20160630_214319ADAKITANEWS, Kota Kediri – Kasus pelecehan seksual di Kota Kediri tidak ada habisnya, terutama yang menimpa anak-anak dibawah umur. Abdullah Abu Bakar Walikota Kediri langsung bertindak cepat dengan membuat beberapa langkah konkrit untuk memutus rantai pelecehan seksual itu.

Terhangat bukan hanya pelecehan saja, namun sudah menjurus pada kekerasan seksual hingga meninggal dunia yang menimpa AH bocah 2,5 tahun yang tinggal di Jl. Singonegaran 1 Timur Rt 01/ Rw 01 Kelurahan Burengan. Bocah ini tewas ditangan pamannya sendiri, Sentot Yunarto (30). Bukan hanya disodomi, pelaku juga menyiksa korban dengan berbagai benda keras, mulai dari Solder hingga membanting tubuh korban ke lantai.

Mas Abu sapaan akrab Walikota Kediri mengecam keras perilaku biadab Sentot. Mas Abu yang ikut membopong jasad korban dari RS Bhayangkara serta ikut menyolati jasad bocah ini langsung mencari cara agar kejadian keji ini tidak terulang lagi.

Mulai dari membentuk Satuan Tugas (Satgas) dari struktur pemerintahan terbawah, yakni Rukun Tetangga (RT) dan para guru di PAUD. “Tadi guru-guru PAUD mengatakan kepada saya, jika mereka siap menjadi satgas memerangi kekerasan terhadap anak. Semua stakeholder harus terlibat, agar kasus-kasus semacam ini tidak terulang,” ujar Mas Abu saat ngopi bersama awak media, Kamis (30/06).

Bukan hanya itu, para orang tua diminta untuk membuat rumah aman untuk anak. Selain itu, Walikota sudah meminta BPPKB untuk memberikan pelayanan konseling keluarga agar permasalahan sekecil apapun didalam keluarga bisa segera teratasi.

“Jika ada permasalah dalam keluarga langsung laporkan ke BPPKB. Karena disana ada Psikiaternya, jadi bisa segera diatasi,” ungkap Mas Abu

Sementara, kasus-kasus kekerasan maupun pelecehan seksual terjadi karena pelaku pernah menjadi korbannya. Melihat hal semacam itu, Pemkot Kediri akan merehabilitasi bukan hanya korban tapi keluarg korban, dan pelaku pun juga harus direhabilitasi.

“Semua harus direhabilitasi. Karena, banyak kasus yang terjadi pelaku pernah menjadi korban. Tujuannya (rehabilitasi-red) ini untuk memutus rantai kekerasan ataupun pelecehan itu,” urai Abdullah Abu Bakar.(Zay)

Keterangan Gambar : Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar.(foto:zayyin)