logo.png

Batita Tewas Disodomi Paman Pemkot Kediri Bentuk Satgas PPA


Reporter : Nanang Masyhari
Batita Tewas Disodomi Paman, Pemkot Kediri Bentuk Satgas PPA
 
 

Kediri (beritajatim.com) -- Meninggalnya Ahmad Habibi, batita yang masih berumur 2 tahun di Kediri akibat kekerasan seksual dan fisik oleh pamannya sendiri mengundang rasa keprihatinan berbagai pihak, tak terkecuali Pemerintah Kota Kediri.

Pemkot akan segera bentuk Satuan Tugas Perlindungan Anak dan Perempuan hingga tingkat Rukun Tetangga (RT). Tujuannya adalah agar kejadian serupa tidak terulang.

Pernyataan itu disampaikan Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar di saat taziah di rumah duka di Kelurahan Balowerti, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

Di rumah Adi Triwahono ini, jasah Ahmad Habibi masih terbujur. Rencananya, jenasah akan dimakamkan di tempat pemakaman umum pagi ini, sekitar pukul 08.00 WIB.

"Kami mengucapkan perasaan sedih dan ucapan belasungkawa yang mendalam. Kami juga memberikan apresiasi terhadap RS Bhayangkara dan Polres Kediri Kota yang bergerak cepat dalam mengungkap kasus itu," katanya, Rabu (29/6/2016).

Pemkot, imbuhnya, akan segera membentuk Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak hingga tingkat terbawah pemerintahan yaitu, RT, sebagai upaya melindungi anak dan kaum perempuan dari pelaku kekerasan. Tidak dipungkiri, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sudah sangat mengkhawatirkan.

Untuk diketahui, Ahmad Habibi (2) meninggal dunia dengan tragis setelah menjadi korban kekerasan seksual (sodomi) disertai kekerasan fisik oleh pamannya Sentot Yunanto (30). Akibatnya, korban meninggal dunia. Sementara pelaku, telah diamankan polisi. (nng/ted).

Jum'at, 01 Juli 2016


Sumber : beritajatim.com