logo.png

Inflasi Kota Kediri Bulan Juni 2016 Capai 0.16 Persen


  • Inflasi Kota Kediri Bulan Juni 2016 Capai 0,16 Persen
 

KBRN, Kediri : Pada bulan Juni 2016, Kota Kediri mengalami inflasi sebesar 0,16 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 121,06 poin dibandingkan dengan IHK Mei 2016 sebesar 120,87 poin.

Kepala Seksi Statistik dan Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, Lulus Haryono, dalam jumpa pers di Kediri, Jumat (1/7/2016), menjelaskan, dari delapan kota IHK di Jawa Timur, seluruhnya mengalami inflasi.

"Posisi inflasi tertinggi berada di Banyuwangi. Kemudian, diikuti oleh Surabaya sedangkan inflasi Kediri terendah dibanding delapan kota inflasi lainnya " ujarnya, di Kediri, Jumat (1/7/2016).

Sementara itu, tambah dia, inflasi di Kota Kediri dipengaruhi oleh kenaikan maupun penurunan indeks pada beberapa kelompok pengeluaran. Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar merupakan satu-satunya kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan yaitu sebesar 0,13 persen.

"Lalu, Kelompok Bahan Makanan mengalami kenaikan sebesar 0,33 persen, kelompok Makanan jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau naik sebesar 0,41 persen, kelompok Sandang naik 0,37 persen, dan kelompok Kesehatan naik 0,12 persen," katanya.

Berikutnya, kata dia, kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga naik sebesar 0,08 persen, serta kelompok Transportasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan naik sebesar 0,04 persen.

"Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap inflasi di Kota Kediri pada bulan Juni 2016 antara lain Daging Ayam Ras, Beras, Wortel, Gula Pasir, Mobil, Nasi dengan Lauk, Apel, Kangkung, Kacang Panjang, dan Sate," katanya.

Namun, lanjut dia, komoditas yang memberikan tekanan terbesar terhadap inflasi di Kota Kediri pada bulan Juni 2016 antara lain Bawang Merah, Semen, Bahan Bakar Rumah Tangga, Tomat Sayur, Tarif Kereta Api, Bawang Putih, Cabai Merah, Telur Ayam Ras, Pisang, dan Tomat Buah.

"Secara umum, inflasi Kota Kediri pada bulan Juni 2016 sebesar 0,16 persen dan inflasi tahun kalender sebesar 0,06 persen sedangkan inflasi periode 'year on year' (Juni 2016 – Juni 2015) 
mencapai 1,72 persen," katanya. (AC/HF)


Sumber : rri.co.id