logo.png

Satgas Anti Kekerasan Anak Kediri Libatkan Guru TK


Surya Malang

Satgas Anti Kekerasan Anak Kediri Libatkan Guru TK
 
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
 
Abdullah Abu Bakar 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI – Gerakan Masyarakat Anti Kejahatan Seksual Anak (GM AKSA) yang dibentuk Pemkot Kediri bakal melibatkan struktur masyarakat paling bawah yakni tingkat RT/RW.

Langkah itu diharapkan dapat meminimalisir terjadinya tindak kekerasan yang menimpa anak-anak di Kota Kediri.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar malahan berencana melibat para guru pendidikan anak usia dini (PAUD) dan guru TK untuk menjadi satgas.

"Guru PAUD dan guru TK ini setiap hari bersentuhan dengan anak-anak sehingga ada yang usul untuk dilibatkan," ungkap Abdullah Abu Bakar kepada sejumlah wartawan, Sabtu (2/7/2016).

Sementara satgas sendiri akan melibatkan semua komponen masyarakat di tingkat RT/RW.

Langkah sosialisasi yang dilakukan dengan mengenalkan UU No 35/2014 tentang Perlindungan Anak. Salah satunya ancaman hukuman maksimal 15 penjara bagi pelakunya.

Selain melakukan upaya preventif, juga disiapkan upaya konseling dan rehabilitasi bagi korban.

"Korban dan pelaku harus mendapatkan rehabilitasi supaya tidak mengulangi lagi perbuatannya. Kami juga tengah menjajaki adanya safe house atau rumah aman bagi anak-anak," tambahnya. Termasuk di antaranya mewujudkan kampung yang ramah bagi tumbuh kembang anak-anak.

"Nanti akan ada hotline langsung sehingga masyarakat dapat membuat laporan kepada pihak berwenang," jelasnya.

Pembentukan satgas GM AKSA ini untuk mengantisipasi kembali terulangnya kasus persetubuhan anak seperti dilakukan Sony Sandra.

Apalagi dalam sepekan terakhir juga terjadi kasus kekerasan seksual anak hingga mengakibatkan kematian. Disusul kemudian kasus pencabulan pria dewasa terhadap anak balita.

Pembentukan satgas ini merupakan tindak lanjut Instruksi Wali Kota Kediri No 188.55/1/419.16/2016 tentang Gerakan Masyarakat Anti Kejahatan Seksual Terhadap Anak (GM AKSA).

Tugas satgas ini untuk mengambil langkah yang diperlukan dalam rangka pencegahan dan pemberantasan kejahatan seksual terhadap anak.

Satgas melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, unsur TNI dan Polri, seksi transtib, seksi kesejahteraan sosial. Babinsa, Babinkamtibmas dan perwakilan puskesmas.


Sumber : suryamalang.tribunnews.com/