logo.png

Disperindagtamben Kediri Jamin Bahan Pokok Mencukupi Saat Lebaran


ANTARA News Jawa Timur

Disperindagtamben Kediri Jamin Bahan Pokok Mencukupi Saat Lebaran
Kepala Disperindagtamben Kota Kediri Yeti Sisworini. (foto Asmaul Chusna)
 
 "Sampai saat ini, stok bahan pokok di Kota kediri relatif terjaga dan aman, termasuk ketersediaan bahan pokok yang diprogramkan untuk operasi pasar juga aman sampai Lebaran 2016," 
 
Kediri (Antara Jatim) - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi (Disperindagtamben) Kota Kediri, Jawa Timur, menjamin stok bahan pokok di kota ini mencukupi saat Lebaran 2016, sehingga harga pun diharapkan bisa lebih stabil.
 
"Sampai saat ini, stok bahan pokok di Kota kediri relatif terjaga dan aman, termasuk ketersediaan bahan pokok yang diprogramkan untuk operasi pasar juga aman sampai Lebaran 2016," kata Kepala Disperindagtamben Kota Kediri Yeti Sisworini, di Kediri, Minggu.
 
Ia mengatakan, sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk bulog untuk stok beras, pabrik gula, dan beberapa instansi lainnya. Selain itu, koordinasi bukan hanya untuk bahan pokok melainkan juga bahan bakar.
 
"Kami juga koordinasi dengan pertamina terkait ketersediaan stok, dan kami harap juga aman," ujarnya.
 
Ia mengatakan, operasi pasar yang merupakan program Pemkot Kediri telah usai sejak 28 Juni 2016, namun untuk operasi pasar dari Provinsi Jatim masih terus berlangsung hingga 5 Juli 2016. Hal itu adalah kebijakan Gubernur Jatim Soekarwo, yang telah memperpanjang jadwal operasi pasar, dimana sebelumnya direncanakan selesai pada 1 Juli 2016.
 
Di sejumlah pasar tradisional wilayah Kota Kediri, beberapa harga bahan terjadi penurunan. Misalnya, di Pasar Setonobetek, Kota Kediri, beras mentik harganya turun hampir Rp200 per kilogram menjadi Rp9.600/kg ketimbang hari sebelumnya yang seharga Rp9.800/kg. Untuk beras jenis lain relatif stabil, yaitu bengawan Rp9.500/kg, IR64 Rp8.500/kg. 
 
Untuk gula pasir harganya masih sekitar Rp15.700/kg. Harga minyak goreng juga mengalami penurunan khusus yang curah sekitar Rp600/kg, dari semula Rp11.800/kg menjadi Rp11.100/kg. Untuk botol kemasan relatif stabil, dimana kemasan 620 mililiter harganya Rp13.000/ml dan kemasan 2 liter harganya Rp24.600.
 
Sedangkan, harga daging masih mahal. Untuk daging sapi di pasar tersebut harganya sekitar Rp103 ribu hingga Rp110 ribu/kg, sedangkan di tingkat penyembelih harganya relatif lebih murah Rp95 ribu/kg.  
 
Nasir, salah seorang penjual daging di Pasar Setonobetek, Kota Kediri mengatakan saa ini permintaan daging sapi relatif masih stabil. Biasanya, permintaan akan lebih tinggi saat lebaran sudah tiba.
 
"Permintaan belum meningkat, bisa jadi H-2 baru ada peningkatan. Kalau saya, rata-rata sehari menjual 1,5-2 kuintal daging," ujarnya.

Ia pun mengatakan, harga daging sapi masih bertahan di angka sekitar Rp100 ribu/kg. Harga itu juga terpengaruh dengan harga sapi yang mahal. Para pedagang pun tidak terlalu terpengaruh dengan daging impor, sebab sangat jarang masuk di Kota Kediri, sehingga jika harga daging di bawah Rp100 ribu agak sulit. 

Sumber : antarajatim.com