logo.png

Merayakan Hari Kemenangan di Kota Tahu Kediri


KBRN, Kediri : Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, suasana Takbir menggema, seakan mewarnai di manapun saat Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah, yang jatuh pada 6 Juli 2016 dan dilakukan secara serentak di negara kita, Indonesia tercinta ini. Berkenaan dengan hal ini, banyak hal yang Unik dilakukan warga Kota Tahu, sebutan akrab masyarakat Kediri, saat merayakan hari Kemenangan.

Salam tempel, inilah kata yang melekat dan akrab bagi masyarakat Kediri apabila mendengar kata-kata ini. Karena, istilah ini merupakan sesuatu hal yang sudah menjadi tradisi tahunan, akan berbagi sedekah yang rutin dilakukan oleh perusahaan rokok terbesar di negeri kita, yakni PT Gudang Garam Tbk. Ribuan orang dari berbagai kalangan, selalu mewarnai dalam moment berbagi terhadap sesama ini.

Dimulai sepekan menjelang Lebaran, tradisi  salam tempel seolah sudah menjadi budaya sejak ebberapa tahun silam. Ribuan masyarakat rela antre secara secara teratur, sejak pukul 04.00 WIB, hanya sekedar ingin mendapatkan uang Rp20 ribu, tiap orang, yang dibagikan oleh perusahaan rokok yang berkantor pusat di Kediri tersebut.

Dikatakan Kepala Bidang Kehumasan PT Gudang Garam, Tbk, Iwhan Tri Cahyono, bahwa moment  salam tempel,bisa diartikan sudah menjadi tradisi tahunan yang selalu dilakukan ,menjelang Lebaran tiba. Secara garis besarnya, berbagi terhadap sesama diselenggarakanya acara  itu.

“Kalau tahun 2016 ini, sekitar 7 ribuan warga yang rela mengantre, untuk salam tempel. Dan jumlah ini cenderung menurun dibandingkan tahu lalu yang mencapai hampir 11 ribuan. Menurunya jumlah ini, lantaran Perusahaan kami tidak mengumumkanya ke Publik,“ kata Iwhan.

Itulah gambaran Sepekan menjelang Lebaran di Kota Tahu, hingga puncaknya pada malam Takbiran, ratusan kendaraan roda empat terbuka juga selalu mewarnai jalan raya se-Kediri raya. Imbasnya, kemacetan dibarengi gema takbir yang dibunyikan melalui sound system di setiap mobil, seolah menjadi obat bagi para pengguna jalan hingga tidak merasakan padatnya arus Lalu Lintas.

Keesokan paginya, Sholat Idul  Fitri 1437 Hijriyah menjadi pamungkas bagi umat Islam di Kota Tahu yang dilaksanakan disetiap tempat, yang dihadiri ribuan Jamaah dari berbagai penjuru. Menariknya, meski hanya beralaskan koran, lantaran areal Masjid maupun alas karpet yang disediakan Panitia tidak mencukupi menapung Jamaah, seolah tidak menyurutkan kekhusyukan para Jamaah dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Imbasnya, sampah kertas menggunung dan berserakan di jalan raya seolah sudah menjadi pemandangan yang khas dalam hari kemenangan, usai melaksanakan Sholat Idul Fitri di Kota Tahu. Bahkan, kenaikan volume sampah naik menjadi ratusan kubik tiap harinya dibandingkan hari biasanya.

“Kalau hari biasanya, berkisar 400 kubik, tiap harinya dan kami akui kenaikan secara signifikan terjadi usai sholat Idul Fitri, menjadi 600 kubik hingga H+ 7 Lebaran. Bagi kami, hal ini adalah sebuah berkah. Karena, sampah yang kebanyakan sampah didominasi sampah kertas yang bisa dimanfaatkan oleh para pemulung mengais rizki,“ kata Kasi Kebersihan dan Saluran, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Kediri.

Melihat tradisi Lebaran di Kota Tahu, memang banyak ragam yang dilakukan masyarakat. Sampai membunyikan petasan usai sholat Idul Fitri, hingga acara sakral dengan berkunjung  kepada sanak saudara, kolega dan tetangga, menjadi hal yang dinanti untuk saling bermaaf-maafan di hari kemenangan.

Namun, apabila melihat perbedaan  antara  Kota dan Kabupaten Kediri memang terlihat ketara. Menariknya, kalau di Kabupaten Kediri, setiap masuk gang selalu dihiasi berbagai atribut layaknya orang hajatan, hingga menambah semarak dan meriahnya suasana Lebaran. Bahkan, temaram lampu hias seolah menjadi pewarna disaat malam hari tiba.

“Budaya menghias  disetiap gang masuk areal rumah memang sudah menjadi tradisi yang sudah kami lakukan setiap tahunya. Tujuanya, dengan dipasangnya hiasan dan lampu sebagai luapan rasa syukur kami merayakan hari Kemenangan,“ kata Sudjiono, salah satu warga Kabupaten Kediri.

Demikianlah, gambaran susana Lebaran di Kota Tahu, Kediri. Banyak hal  dan ragam yang dilakukan masyarakat dalam merayakan hari kemenangan. Hingga acara ketupat menjadi penghujung dan pelengkap dalam hari Lebaran.


Sumber : rri.co.id