logo.png

Omzet Pengrajin Tenun Ikat Kediri meningkat 50 persen


  • Omzet Pengrajin Tenun Ikat Kediri meningkat 50 persen
 

KBRN, Kediri : Sejumlah pengrajin kain tenun ikat asal Kelurahan Bandar Kidul, Kota Kediri mengaku menerima berkah Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah karena mengalami peningkatan omzet bisnis hingga 50 persen.

"Kondisi itu, karena umumnya masyarakat Kediri merasa belum lengkap merayakan Lebaran tanpa berbagi dengan sesama. Seperti bersedekah atau memberikan buah tangan kepada sesama muslim," kata Pengrajin Kain Tenun Ikat Merek Medali Mas, Siti Ruqoyah, di Kediri, Selasa (12/7/2016).

Dia menjelaskan, pada momentum Lebaran tahun ini kain tenun ikatnya mampu menarik minat konsumen. Bahkan, mereka seolah berlomba membeli berbagai produknya untuk dijadikan oleh-oleh tersendiri.

"Mayoritas pembeli, menyukai kain tenun yang berjenis katun dan sutera," ujarnya.

Kondisi itu, tambah dia, disebabkan pihaknya mematok harga yang sangat terjangkau terhadap setiap produknya. Untuk kain tenun ikat jenis katun dijual seharga Rp150.000 per lembar sedangkan  jenis sutera ditawarkan mencapai Rp350.000 per lembar.

"Alhamdulillah, sampai sekarang pesanan kain kami makin banyak. Pembelinya tidak hanya dari dalam kota tetapi menjangkau hingga luar Kota Kediri," katanya.

Walau begitu, lanjut dia, pihaknya mengaku sedih akibat banyaknya pesanan maka sejumlah order belum bisa diproduksi tepat waktu. Apalagi, pada sejumlah pelanggan meminta pesanannya bisa jadi sebelum hari H lebaran.

"Namun, berkat kesabaran pelanggan akhirnya kami diberi kesempatan untuk menyelesaikan pesanan setelah lebaran usai. Hal itu karena mayoritas konsumen berasal dari kalangan guru dan mereka mau mengenakan kain tenun ikat ini sebagai seragam," katanya.


Sumber : rri.co.id