logo.png

Turun Harga Telur Tekan Inflasi


Turun, Harga Telur Tekan Inflasi

KEDIRI KOTA – Pelaksanaan Operasi Pasar Murni (OPM) intensif selama sebulan penuh–selama Ramadan–berdampak positif. Nilai inflasi Juni lalu hanya 0,16 persen saja. Angka tersebut adalah inflasi terendah dibandingkan tujuh kota besar lain se-Jawa Timur.

Padahal secara agregat, harga beberapa komoditas penting mengalami tren kenaikan yang cukup tajam. Seperti gula dan beras. Meski di Kota Kediri juga ikut mengalami kenaikan, selisih harga yang terbentuk tidak terlalu besar.

“Naik tetapi tidak terlalu signifikan,” kata Kasi Statistik dan Distribusi BPS Kota Kediri Lulus Hariyono kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Diketahui harga gula sebelum bulan puasa berkisar Rp 11 ribu dan sempat melonjak menjadi Rp 16 ribu per kilogram (kg). Makanya tim pengendali inflasi daerah (TPID) kemudian melakukan intervensi secara intensif dengan menggelar OPM hampir setiap hari di Pasar Setono Betek. “Kini harga stabil di Rp 15.500/kg–Rp 16.000/kg,” tambah Lulus.

Begitu pula dengan komoditas beras. Untuk kualitas premium sempat mengalami kenaikan sebesar Rp 2 ribu. Meski mendekati hari raya, harga pangan pokok tersebut stabil di harga Rp 9 ribu/kg. Ini setelah digempur harga OPM yang hanya Rp 8.700/kg. “Naik tapi tidak liar,” jelas Lulus.

Satu komoditas yang cukup diminati justru menjadi penekan angka inflasi. Telur yang juga masuk dalam komoditas OPM dijual seharga Rp 18 ribu sempat mengalami penurunan di pertengahan Juni sebesar seribu rupiah. Makanya telur kini menjadi salah satu komoditas yang menghambat inflasi.

“Ini makanya angka inflasi tidak terlalu tinggi bahkan menjadi terendah se-Jatim,” terangnya.

Jika dibandingkan dengan Juni selama lima tahun terakhir, angka inflasi tahun ini juga menjadi yang terendah. Menurut Lulus, ini tidak lepas dari OPM yang digelar TPID. Memang OPM sudah dilaksanakan sejak 2012 lalu, tepatnya selama bulan puasa.

Pelaksanaan OPM di dua tahun terakhir semakin intensif, sehingga angka inflasi juga menjadi cukup rendah. Diketahui Juni 2015, inflasi sebesar 0,26 persen. Sedangkan di 2014 dan 2013, masing-masing memiliki nilai inflasi 0,52 dan 0,89 persen. “Jadi tren inflasi setiap tahunnya terus menurun,” urai Lulus.

Kesimpulannya OPM tahun ini berhasil mengendalikan inflasi? Lulus menegaskan ya. Meski sempat diprotes pedagang, pemerintah tidak urung menggelar OPM langsung di pasar. Pasalnya upaya pemerintah tersebut ditujukan tidak hanya menekan harga secara ekonomi saja, tetapi juga psikologi para pedagangnya. “Kalau tahu ada OPM, mereka pasti akan mikir-mikir jika ingin menaikkan harga,” imbuh Lulus.

Terkait inflasi Juli mendatang, menurut Lulus, potensi terjadinya tidak akan seketat bulan ini. Hanya ada satu pemicu, yakni dimulainya tahun ajaran baru. Momentum ini bisa berpotensi menaikkan harga. “Tapi saya kira masih bisa dikendalikan,” pungkasnya. (dna/die)


Sumber : radarkediri.jawapos.com