logo.png

Wali Kota Kediri Dukung Pembinaan Sepak Bola Oleh "Projo"


ANTARA News Jawa Timur

Wali Kota Kediri Dukung Pembinaan Sepak Bola Oleh
Peserta pertandingan sepak bola dalam laga KU-12 Projo Cup 2016 di Lapangan Gajahmada, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (15/7). (foto Asmaul Chusna)
 
 "Kegiatan pertandingan ini sebagai media untuk kegiatan anak-anak, agar mereka memiliki rasa sportivitas," 
 
Kediri (Antara Jatim) - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mendukung upaya pembinaan olahraga sepak bola yang dilakukan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Projo (Pro Jokowi) Jawa Timur.
     
"Kegiatan pertandingan ini sebagai media untuk kegiatan anak-anak, agar mereka memiliki rasa sportivitas," katanya ditemui dalam kegiatan pertandingan sepak bola di Lapangan Gajahmada, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jumat.
     
Ia mengapresiasi kegiatan lomba yang dilakukan oleh DPD Projo (Pro Jokowi) Jatim ini. Kegiatan ini juga selaras dengan berbagai program yang berdampak positif bagi anak-anak.
     
"Mereka generasi penerus, jadi dengan pertandingan ini mereka bisa menyalurkan bakat. Sepak bola olahraga yang bagus," katanya.
     
Ia juga mengatakan, program Projo merupakan implementasi dari program pemerintah. Selain di bidang olahraga, juga program untuk revolusi mental serta Nawacita yang sudah sudah menjadi program dari Presiden.
     
Pihaknya berharap, dengan berbagai kompetisi sepak bola ini, ke depan bisa menghasilkan berbagai atlet sepak bola yang bisa menjadi andalan. Untuk itu, sedini mungkin mereka harus dibina, sehingga nantinya prestasi mereka bisa lebih diasah.
     
Sementara itu, Ketua DPD Projo Jatim Mashandoyo mengatakan kompetisi sepak bola sengaja dipilih dalam kegiatan di Kediri ini, sebab Projo juga ingin mempunyai kontribusi di bidang olahraga.
     
"Sebenarnya kegiatan beragam, ada bakti sosial, santuan, membangun desa, jalan desa, serta olahraga. Di Kediri, kami pilih olahraga dengan melibatkan peserta dari berbagai daerah, dan khusus untuk anak-anak," katanya.
    
Ia mengatakan, anak-anak merupakan generasi penerus bangsa. Ketika mereka mempunyai bakat di bidang sepak bola, sudah menjadi kewajiban untuk memediasi, sehingga mereka bisa menjadi lebih berkembang.
     
Terlebih lagi, saat ini gempuran kecanggihan teknologi membuat remaja enggan untuk beraktivitas di lapangan. Mereka senang bermain dengan "game" di komputer, sehingga lebih jarang bergerak. 
     
"Kami ingin bangun revolusi mental melalui aktivitas yang menunjunjung tinggi nilai olahraga. Mereka adalah generasi penerus bangsa, dan kami ingin bina mereka sejak dini," ujarnya.
     
Mashandoyo menambahkan, kegiatan itu diikuti 24 klub baik tingkat Jatim maupun luar. Sejumlah klub luar misalnya dari Pati, Jawa Tengah, serta Bali. Mereka bertanding di KU-12 Projo Cup 2016.
     
Dalam pembukaan itu, selain dihadiri Wali Kota Kediri dan jajarannya, juga pengurus Projo tingkat Jatim serta daerah. Wali Kota sempat membuka kegiatan tersebut dengan pertandingan itu dengan menendang bola sebagai bentuk resmi pertandingan dimulai.

Sumber : antarajatim.com