logo.png

Pesona Wisata Bunga Matahari di Kota Kediri


Kebun Bunga Matahari berada di Jl. Selomangleng Kelurahan Pojok Kota Kediri (nanang)Kebun Bunga Matahari berada di Jl. Selomangleng Kelurahan Pojok Kota Kediri (nanang)
 
KEDIRI | duta.co - Berawal saat melintas di Jalan Raya Papar Kabupaten Kediri, kemudian teringat sejumlah negara seperti Thailand, Tiongkok bahkan Amerika yang begitu menjadikan Helianthus annuus, bahasa latin Bunga Matahari sebagai wujud kebanggaan di sejumlah negara, menjadikan Ferry Silviana Feronica, istri Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar ingin menjadikan destinasi wisata di Kota Kediri. 

Alhasil, meski mengaku sempat pesimis, ibu dua anak yang akrab dipanggil Bunda Fey, Rabu (13/7) sore terpesona melihat puluhan wisatawan mendatangi lokasi Kebun Matahari berada di Jalan Selomangleng Kelurahan Pojok Kota Kediri. 

“Waduh kok ramai banget, saya tidak menyangka bisa mekar dan begitu indah untuk diambil gambarnya,” jelas Ketua Tim Penggerak PKK kemudian reflek memunguti sampah yang berserakan di sekitar lokasi.
 
Menyebut Bunga Matahari, pada sejumlah negara menjadikan wujud kebanggaan selain dijadikan kegiatan kaum ibu atas keindahan tanaman hias serta menambah penghasilan bila diambil minyaknya. 

Bunga dengan khas warna kuning ini mampu tumbuh dengan diameter kepala mencapai 30cm, menjadikan keistimewaan bunga ini bila mekar selalu menghadap arah Matahari. 

“Kami tanam 6000 bibit dan Alhamdulillah semua bisa mekar meski hanya disirami dan diberi pupuk kompos dari kotoran sapi,” jelas Bunda Fey sambil berjalan menggelilingi kebun bunga.
 
Sejumlah pengunjung pun tidak membuang kesempatan dengan mengajak istri walikota ini berfoto bersama. “Bunganya bagus – bagus, bu wali. Gimana cara merawatnya, saya kok pingin menanam,” kata Sri Amini, warga asli Kota Kediri yang bekerja di Balikpapan Kalimantan Timur. 

Bunda Fey pun berbagi tips cara menanam dan merawat bunga ini. Berawal pada 11 April lalu dibantu tim penggerak PKK dan sejumlah relawan dari sejumlah kalangan, melakukan penanaman di lahan milik Pemkot Kediri seluas 800m2.   
 
“Harusnya jaraknya 40 x 60cm, namun karena saat itu masih uji coba dan kuatir bibitnya mati, di tiap lubang diberi lebih dari satu bibit. Hasilnya seperti ini, menjadi rimbun,” kata Bunda Fey. 

Untuk itu, usai masa tumbuhnya tanaman ini berakhir yang hanya berusia 3 bulan, pada penanaman berikutnya akan lebih diperhatikan jarak tanam dan membuat pola, dengan harapan memberikan ruang kepada pengunjung agar tidak merusak tanaman bunga.  
 
“Pada masa tanam berikutnya, akan kami atur jarak dan jumlah bibit yang harus ditanam. Agar tidak rimbun dan memberikan ruang buat pengunjung untuk masuk dan mengambil gambar.  Tapi tolong jangan diberitakan jika ide dan gagasan ini dari saya, semua adalah tim untuk menjadikan destinasi wisata di Kota Kediri yaa,” jelas Bunda Fey, juga berpesan agar pengunjung untuk menjaga kebersihan sampah dan tidak memegang bunga yang berakibat patah atau mati.

Sumber : duta.co