logo.png

Pemkot Kediri Larang Perpeloncoan Selama PLS


Pemkot Kediri Larang Perpeloncoan Selama PLS
 
 

Kediri (beritajatim.com) - Memasuki hari pertama Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar gelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat.

Dalam agenda sidak, Walikota Kediri datang ke SMKN 3 Kota Kediri di Jalan Diponegoro, Kota Kediri. Dia mengultimatum agar tidak ada perpeloncoan selama PLS.

"Jangan ada perpeloncoan selama PLS. Selain berbahaya, perpeloncoan merupakan kegiatan yang tidak mendidik," tegas Abdullah Abu Bakar, Senin (18/7/2016) pagi.

PLS merupakan istilah baru dalam dunia pendidikan, setelah Kementerian Pendidikan Nasional dan Kebudayaan melarang adanya Masa Orientasi Siswa (MOS) mulai tahun ajaran baru 2016 ini. Selain itu, dalam kegiatan pengenalan, dibimbing oleh guru, bukan kakak kelas.

‎"Guru bisa mengenalkan lingkungan sekolah secara santun. Ini ruang kantor, ini lapangan sekolah, ini ruang kelas dan sebagainya. Sementara bagi siswa, jangan ada yang kurang ajar terhadap guru," ungkapnya.

Dalam akhir kesempata itu, Walikota juga berpesan agar guru memberi tugas secara logis. Tugas sekolah sebaiknya tidak menjadi beban bagi siswa.

"Jangan memberikan tugas yang tidak logis. Seperti minta siswa mendengarkan radio tengah malam kemudian menulisnya. Sehingga pagi harinya justru ngantuk. Seperti yang saya alami dulu," imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Siswanto mengatakan, PLS akan digelar selama tiga hari berturut-turut. Dalam PLS, guru akan mengenalkan lingkungan sekolah kepada siswa, sebelum KBM baru dimulai.

Untuk diketahui, setelah dari SMKN 3 Kota Kediri, sidang dilanjutkan oleh Walikota ke SMAN 3 Kota Kediri.


Sumber : beritajatim.com