logo.png

Walikota Melarang Siswa Beli Seragam di Luar


Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar saat memberikan motivasi di Aula SMK Negeri 3 (nanang)Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar saat memberikan motivasi di Aula SMK Negeri 3 (nanang)
 
KEDIRI | duta.co - Keterlambatan seragam sekolah yang harus diterima dalam tahun ajaran baru, mendapat perhatian khusus dari Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar saat menggelar sidak program Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) bertempat di SMK Negeri 3 Kota Kediri. Mas Abu menjelaskan bahwa keterlambatan seragam dikarenakan harus dilakukan uji laboratorium dan untuk sementara siswa dibebaskan menggunakan seragam yang lama berupa pakaian saat duduk di bangku SMP.
 
Memasuki hari pertama siswa baru, semua sekolah setingkat SMP dan SMA yang sederajat menggelar program PLS, meski disambut hujan, Mas Abu didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Siswanto melakukan sejumlah sidak di sekolah. 
Dihadapan siswa SMKN 3 dan SMAN 3, Mas Abu memberikan pesan langsung dan berdikusi dengan para siswa. Selain itu Mas ABu juga melihat sarana milik sekolah.
 
“Saya berharap pergunakanlah waktu belajar dengan sebaik mungkin, bahwa keberadaan tekhnologi seperti telepon genggam dijadikan sarana untuk berkomunikasi dan promosi atas skill yang kalian miliki. Ada beragam jurusan dan karya cipta yang kalian miliki, bisa dipublikasikan dengan sarana multimedia. Jangan dijadikan kegiatan negatif seperti melihat film porno atau main game,” tegas Mas Abu.
 
Sebelum meninggalkan Aula SMK, Mas Abu menginggatkan untuk naik sepeda bila ke sekolah, atau menggunakan angkutan umum seperti mikrolet dan sebagai bentuk kepedulian atas dunia pendidikan, pemerintah kota telah menyiapkan tiga armada bus yang akan melayani tiga kecamatan. “Kami mendukung program pendidikan dan selalu memberikan kemudahan,” jelas Mas Abu dihadapan sejumlah wartawan.
 
Walikota Kediri juga membuka ruang pengaduan, bila ada salah satu sekolah yang tidak menggratiskan semua biaya. “Beri kami laporan bila ada sekolah yang tidak menggratiskan semua biaya, baik pendaftaran, daftar ulang, ekstra kurikuler atau biaya–biaya lainnya. Saya akan merasa bangga jika Kota Kediri bisa menjadikan kota pendidikan dan menjadikan siswa yang berkualitas,” jelasnya.

Sumber : duta.co