logo.png

Anak Didik di Kediri Sambut Positif MPLS


  • Anak Didik di Kediri Sambut Positif MPLS
 
KBRN, Kediri: Selama tiga hari ditempa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang merupakan pengganti dari Masa Orientasi Siswa (MOS). Mayoritas Siswa maupun Siswi diwilayah Kota Kediri, Jawa Timur, menyambut positif  program MPLS dibandingkan MOS, yang dinilai hanya sebagai ajang “perpeloncoan” seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kalau MPLS, para siswa-siswi, kebanyakan diperkenalkan dengan tenaga pengajar dan tiap-tiap sudut ruang sekolah berikut fungsinya. Bahkan, di beberapa sekolah juga melibatkan BNNK setempat untuk menggelar sosialisasi terkait bahaya narkoba bagi remaja.

Seperti ungkapan Mahdi Faishak, salah satu siswa baru di SMAN 3, Kota Kediri, dirinya  mengaku nyaman dengan program baru ini. Bahkan, dia juga membandingkan, jika tradisi perpoloncoan yang digunakkan sebelumnya, saat hendak masuk sekolah baru, menjadi momok terbesar. “Ya sempat khawatir saja kalau saat awal masuk dipelonco di hadapan teman-teman baru. Pasti selanjutnya bully akan terus diberikan teman-teman pasca jadi korban perpeloncoan. Kalau sekarang nggak, lebih santai dan bermanfaat dan lebih mengenal Guru, dan langsung berhadapan,” ungkapnya, Rabu (20/7/2016).

Untuk diketahui, MPLS merupakan istilah baru dalam dunia pendidikan setelah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melarang adanya Masa Orientasi Siswa (MOS) mulai tahun ajaran baru 2016 ini. Selain itu, dalam kegiatan pengenalan itu juga dibimbing langsung oleh guru dan bukan kakak kelas siswa. MPLS sendiri digelar selama tiga hari, mulai Senin 18 Juli 2016, dan  para guru juga harus bisa memberi tugas secara logis kepada anak didiknya. 

Sumber : rri.co.id