logo.png

Mangkrak 4 Tahun Proyek RS Gambiran 2 Senilai Rp 220 M Segera Dilanjutkan


Surya Malang

Mangkrak 4 Tahun, Proyek RS Gambiran 2 Senilai Rp 220 M Segera Dilanjutkan
 
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
 
Proyek RS Gambiran 2 yang telah mangkrak hampir 4 tahun pembangunannya bakal dilanjutkan lagi. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Setelah mangkrak hampir 4 tahun, proyek RS Gambiran 2 dan Kampus Politeknik Kota Kediribakal dilanjutkan kembali. Hasil lelang telah mendapatkan rekanan yang menjadi pemenangnya.

Pantauan SURYA Sabtu (23/7/2016) di lokasi kedua proyek yang mangkrak sudah mulai ada tanda-tanda bakal dilanjutkan. Semak-semak yang mengelilingi bangunan mangkrak ada tanda-tanda bakal dibersihkan.

Namun masih belum ada aktifitas fisik untuk memulai pembangunan kedua proyek. Kedua bangunan ini telah mangkrak sejak akhir 2012.

Kepala Dinas PU Kota Kediri Ir Kasenan saat dikonfirmasi menjelaskan, baik RS Gambiran 2 dan Kampus Politeknik sudah dilelang dan telah ada pemenangnya.

"Tapi saya tidak hafal nama PT pemenang lelang. Yang pasti tidak ada kaitannya dengan masa lalu," ungkap Kasenan.

Dijelaskan Kasenan, pihaknya hanya membangun gedungnya yang akan dimulai dalam tahun 2016 ini. Jika sudah selesai akan dilimpahkan kepada pemangku kepentingan.

"Kalau bangunan poltek nanti akan kami serahkan pihak kampus poltek," jelasnya.

Termasuk RS Gambiran 2 diharapkan sudah dapat diselesaikan dalam tahun ini. Namun jika masih belum tuntas bakal dilanjutkan tahun depan.

"Kalau masih ada yang belum selesai akan dilelang lagi," tambahnya.

Namun untuk penyelesaian proyek Jembatan Brawijaya masih belum dapat dilanjutkan tahun ini. Karena masih ada masalahan hukum yang ditangani penyidik Disreskrimsus Polda Jatim.

Tiga proyek multi years yang menelan anggaran ratusan miliar dimulai pada awal kepemimpinan Wali Kota Kediri dr Samsul Ashar. RS Gambiran 2 dianggarkan Rp 220 miliar, Jembatan Brawijaya dianggarkan Rp 66 miliar dan Kampus Politeknik Kediridianggarkan Rp 88 miliar.

Pencapaian ketiga proyek itu saat ini baru selesai sekitar 80 persen. Karena ada permasalahan hukum, ketiga proyek multy years itu telah mangkrak sejak 4 tahun silam.

Kejaksaan Negeri Kota Kediri telah menegaskan, berdasarkan hasil gelar perkara tidak akan melanjutkan kasus RS Gambiran 2. Malahan dari hasil audit ada kekurangan bayar sekitar Rp 1,5 miliar.

Pemkot Kediri telah memutus kontrak ketiga rekanan masing-masing PT Makassar Konstruksi Indonesia (MKI) yang menangani pembangunan RS Gambiran 2.

Sedangkan Jembatan Brawijaya yang dibangun PT Fajar Parahyangan (FP) pembangunannya baru rampung 80 persen. Sementara Kampus Politeknik Kediri tendernya dimenangkan PT Nugraha Adi Taruna (NAT).

Pemkot Kediri telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 80 miliar untuk menyelesaikan ketiga proyek.


Sumber : suryamalang.tribunnews.com