logo.png

Meningkatkan Layanan dan Permudah Perizinan


 

KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri terus melakukan pembenahan guna menjaga pertumbuhan ekonomi ditengah situasi ekonomi Indonesia yang masih lamban. Salah satu agenda yang menjadi prioritas Pemkot Kediri yakni menekan angka inflasi dengan serangkaian operasi pasar yang dilakukan juga meningkatkan layanan perizinan. Sehingga makin banyak investor yang menanamkan investasinya di Kota Kediri sekaligus mengurangi pengangguran dan meningkatkan perekonomian.  

Berdasarkan data di Badan Pusat Statistik (BPS), diperkuat siaran pers Tim Pemantau dan Pengendali Inflasi Daerah (TPID)  No. 5/7/TPID/Kd, bahwa Kota Kediri memiliki nilai terendah atas inflasi se – jawa timur, hingga Bulan Juli ini bertengger pada angka 0,16 persen.

“Hasil yang memuaskan inflasi di Kota Kediri tetap terendah. Mudah-mudahan ini berdampak pada masyarakat,” jelas Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar dalam agenda evaluasi OPM (Operasi Pasar Mandiri) selama bulan Ramadan ini.

Kabag Humas Protokol, Apip Permana menjelaskan sesuai harapan pemerintah kota, dengan pelayanan masyarakat yang cukup prima didukung segala bentuk pengurusan perizinan dalam satu pintu di Kantor Badan Penanaman Modal (BPM), berdampakan positif. Dengan mampu ditekannya anka inflasi terendah se – Jawa Timur.

 “Data terbaru dikeluarkan BPS, bila Kota Kediri berada di angka 0,16 persen,” jelas Apip, Minggu (23/7) melalui telepon seluler.    

Sebagai upaya mempertahankan posisi tersebut, maka pemerintah Kota Kediri sangat memperhatikan atas kegiatan operasi pasar dan mempermudah segala bentuk perizinan.

“Sesuai petunjuk walikota, agar perekonomian di Kota Kediri semakin baik lagi. Beliau memiliki komitmen yang tinggi untuk menghidupkan perekonomian ditunjang pelayanan langsung kepada masyarakat melalui operasi pasar diantaranya,” imbuh Kabag Humas Protokol.

Berdasarkan data di siaran pers, dijelaskan untuk tahun kalender Bulan Januari hingga Juni, inflasi tercatat sebesar 0,06 persen dan secara tahunan 1,72 persen . Dengan capaian tersebut kembali mengukuhkan Kota Kediri sebagai kota dengan inflasi terendah di Jawa.  Terjaganya inflasi di Kota Kediri tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang diimplementasikan dengan baik oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di lapangan.

Sementara itu, berdasarkanperkembangan harga pada bulan ini, relatif stabil dan cenderung turun.  Harga komoditas pangan utama seperti beras, daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam ras terpantau turun namun harga gula terpantau sedikit mengalami kenaikan.

“Untuk itu, TPID Kota Kediri optimis bahwa inflasi Kota Kediri pada bulan Juli 2016 akan tetap terkendali dan terjaga di level yang rendah,” imbuh Apip Permana. 


Sumber : duta.co