logo.png

BPS Kota Kediri minta TPID waspadai TAB picu inflasi bulan Juli 2016


  • BPS Kota Kediri minta TPID waspadai TAB picu inflasi bulan Juli 2016
 

KBRN, Kediri : Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) setempat mewaspadai bahwa momentum tahun ajaran baru (TAB) di sejumlah sekolah dapat memicu inflasi di kota ini selama bulan Juli 2016.

"Ancaman terjadinya inflasi pada bulan Juli di kota ini sangat besar. Khususnya dipengaruhi faktor TAB tahun ini yang waktunya sangat berdekatan dengan Lebaran 1437 Hijriah," kata Kepala Seksi Statistik dan Distribusi BPS Kota Kediri, Lulus Haryono, di Kediri, Minggu (24/7/2016).

Menurut dia, pengaruh TAB 2016 terhadap inflasi di kota tersebut dikarenakan besarnya kebutuhan masyarakat untuk membiayai segala keperluan sekolah anak mereka. Seperti membayar biaya SPP sekolah, seragam, buku pelajaran, dan perlengkapan lainnya.

"Oleh sebab itu, masa TAB ini patut diwaspadai," katanya.

Pada kesempatan sama, Koordinator TPID Kota Kediri sekaligus Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kota Kediri, Djoko Raharto, membenarkan, jika pencapaian inflasi Kota Kediri yang mencatatkan posisi terendah se-Pulau Jawa memang patut disyukuri.

"Di samping itu juga sudah sepantasnya dibanggakan dan dipertahankan pada masa mendatang," katanya.

Di sisi lain, kata dia, pihaknya bersama sejumlah dinas terkait yang tergabung dalam TPID Kota Kediri juga telah melakukan upaya secara masif untuk menekan gejolak harga bahan pokok selama Ramadhan. Khususnya, melalui Operasi Pasar Murni (OPM) yang digelar di 46 kelurahan dan satu pasar tradisional.

"Selama OPM, kami menjual empat komoditas pangan dengan harga terjangkau. Hal itu karena adanya subsidi ongkos angkut dari pemda setempat," katanya.


Sumber : rri.co.id