logo.png

Wali Kota Kediri Inginkan Perubahan Pelayanan di Kediri


ANTARA News Jawa Timur

 Wali Kota Kediri Inginkan Perubahan Pelayanan di Kediri
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. (foto Asmaul Chusna)
 
 "Pelayanan kami garap semua. Untuk kran perizinan, pelayanan kami permudah. Anak-anak yang ingin bergabung, jadi pemerintah tidak menonton lagi, tapi melayani secara produktif. Orang yang mengurus perizinan tidak lagi bingung, mereka terlayani dengan baik," 
 
Kediri (Antara Jatim) - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menginginkan adanya perubahan pelayanan di setiap satuan kerja di kota ini menjadi lebih optimal, sehingga masyarakat akan terlayani dengan baik.

"Pelayanan kami garap semua. Untuk kran perizinan, pelayanan kami permudah. Anak-anak yang ingin bergabung, jadi pemerintah tidak menonton lagi, tapi melayani secara produktif. Orang yang mengurus perizinan tidak lagi bingung, mereka terlayani dengan baik," katanya di Kediri, Jawa Timur, Minggu.

Ia mengaku memang menginginkan Kediri menjadi "the service city", sehingga lebih memudahkan berbagai pelayanan. Dari sekitar 150 perizinan, telah dikurangi dan kini hanya ada sekitar 56 perinan saja. Bahkan, pelayanan yang diterapkan saat ini hampir sama di perbankan. 

Selain memperbaiki fasilitas pelayanan, Wali Kota juga menekankan akan memperbaiki fasilitas lainnya, di antaranya menyiapkan puskesmas memberikan pelayanan hingga 24 jam, memperbaiki trotoar, membuat jalur sepeda, hingga membuat pedestrian.

"Harapan kami, Kediri menjadi kota keren. Kami ingin agar semua dipermudah, dan jika itu bisa mudah mengapa dipersulit dan mudah-mudahan ini berdampak positif," jelasnya. 

Pemkot Kediri juga sudah membuat "Brand Community" harmoni Kediri. Brand itu juga disebar ke berbagai media jejaring sosial, salah satunya lewat instagram. Berbagai upaya dilakukan, salah satunya dengan mengadakan kampanye.

Kegiatan kampanye mengenalkan "brand" harmoni Kediri tersebut dilakukan oleh pemkot di berbagai tempat, baik di stasiun, pasar, pusat perbelanjaan, hingga lokasi "Car Free Day" di Jalan Doho, Kota Kediri.

Wali Kota menegaskan, ingin mengubah pola pemikiran para pegawai di Kota Kediri dengan adanya peruabahan pelayanan tersebut, dari dulunya ingin dilayani sekarang diubah menjadi melayani.

Ia menargetkan, dengan adanya perubahan sistem tersebut, Kota Kediri bisa menjadi lebih baik lagi. Investor tidak akan ragu memasukkan investasinya di kota ini. Mereka akan merasa nyaman dan merasa dimudahkan mendirikan investasinya di Kediri.

"Kami berharap nantinya bisa membuat anak-anak muda yang ingin berkembang merasa dimudahkan. Kami ingin agar daya saing di kota ini menjadi lebih baik lagi," ujarnya. 

Sumber : antarajatim.com