logo.png

Wali Kota Kediri Dukung Polisi Perangi Balap Liar


ANTARA News Jawa Timur

Wali Kota Kediri Dukung Polisi Perangi Balap Liar
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. (foto Asmaul Chusna)
 
 "Saya sangat setuju (memerangi balap liar), bahkan akibat dari itu ada saudara kita polisi yang tertabrak hingga patah kaki. Saya kecam dan saya minta warga juga perangi balap liar," 
 
Kediri (Antara Jatim) - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mendukung langkah aparat Kepolisian Resor Kediri Kota untuk memerangi balap liar yang sering memanfaatkan jalan umum dan membuat masyarakat resah.
     
"Saya sangat setuju (memerangi balap liar), bahkan akibat dari itu ada saudara kita polisi yang tertabrak hingga patah kaki. Saya kecam dan saya minta warga juga perangi balap liar," katanya di Kediri, Jawa Timur, Minggu.
     
Ia mengatakan, banyak sudah insiden yang membuat orang lain terluka akibat atraksi tersebut. Parahnya lagi, jalur yang digunakan untuk balap liar adalah jalan umum, sehingga meresahkan warga.
     
Wali Kota menyebut, sebenarnya banyak media yang dimanfaatkan untuk balapan. Di Kediri, ada sirkuit yang bisa jadi lokasi balapan yaitu di Brigade Infanteri Mekanis 16/Wira Yudha Kediri. 
     
"Di Brigif ada sirkuit, yang bisa dimanfaatkan untuk 'Road Race' maupun 'Drag Race'. Di jalan raya tidak boleh lagi dan mudah-mudahan tidak terjadi lagi," ujarnya.
     
Kepala Polres Kediri Kota AKBP Wibowo juga sudah menegaskan memerangi balap liar. Ia pun sudah menyampaikan ke perwira untuk mengutamakan masyarakat umum tanpa mengurangi tindakan tegas. 
     
"Saya sudah tegaskan untuk perang pada balap liar dan saya tidak akan memberikan toleransi. Kami melaksanakan undang-undang untuk ketertiban masyarakat," tegasnya.
     
Ia mengatakan, anggota juga mengadakan berbagai razia menekan terjadinya balap liar. Sejumlah jalan raya di Kota Kediri menjadi lokasi balap liar yang dilakukan para remaja. 
     
Bahkan, atraksi balap liar yang terjadi di Kota Kediri sering menyebabkan korban, salah satunya polisi. Anggotanya ditabrak hingga mengalami patah tulang. Polisi saat ini masih memburu pelaku yang menabrak tersebut.
     
Ia pun meminta agar pemerintah kota juga memasang beragam kamera pengintai atau CCTV di setiap jalur utama. Dengan itu, diharapkan segala aktivitas warga bisa terpantau, bahkan jika dimintai bantuan aparat untuk menyelidiki suatu kejadian bisa menggunakan rekaman kamera pengintai tersebut. 

Sumber : antarajatim.com