logo.png

Pemkot Kediri Proses Lelang Pembangunan Gedung Universitas Brawijaya


ANTARA News Jawa Timur

Pemkot Kediri Proses Lelang Pembangunan Gedung Universitas Brawijaya
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kediri Kasenan. (foto Asmaul Chusna)
 
 "Saat ini masih proses lelang di ULP (unit layanan pengadaan) dan mungkin pekan depan sudah ada pemenangnya," 
 
Kediri (Antara Jatim) - Pemerintah Kota Kediri sampai saat ini masih memproses lelang pembangunan kampus Universitas Brawijaya (UB) yang rencakanya berlokasi di Kota Kediri.

"Saat ini masih proses lelang di ULP (unit layanan pengadaan) dan mungkin pekan depan sudah ada pemenangnya," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kediri Kasenan di Kediri, Jawa Timur, Minggu.

Ia mengatakan pemerintah sudah merencanakan lokasi pembangunan kampus UB di Kediri, tepatnya di lahan bekas tanah kas Kelurahan Mrican. Bangunan yang dibangun satu gedung dengan tiga lantai.

Pemerintah kota menyiapkan sarana untuk perkuliahan atau kegiatan belajar mengajar di tanah kas tersebut. Sedangkan, untuk keperluan teknis kegiatan belajar akan diserahkan ke kampus UB.

Kasenan mengemukakan pihaknya tidak melibatkan pemenang lelang yang telah membangun sejumlah proyek besar di Kediri, misalnya pembangunan RSUD Gambiran II, Jembatan Brawijaya maupun kampus Politeknik Kediri. Pemenang proyek sebelumnya sudah di-blacklist.

"Kami sudah mem-blacklist pemenang lelang yang sebelumnya, jadi sudah tidak bisa ikut lagi. Untuk peserta lelang yang sekarang ini baru," ujarnya. 

Untuk pembangunan kampus tersebut, pemerintah kota telah menyiapkan anggaran. Pada tahap pertama pembangunan gedung perkuliahan itu dianggarkan sekitar Rp18 miliar. Dana pembangunan kampus tersebut disiapkan dari APBD Kota Kediri 2016.

Sebenarnya, proses kegiatan belajar mengajar kampus UB di Kediri berlangsung sejak 2011. Namun, dalam perjalanannya ada kendala, salah satunya, hingga tahun ketiga kegiatan perkuliahan, bangunan kampus juga belum direalisasikan. Kondisi itu membuat pihak kampus mengambil kebijakan menarik seluruh mahasiswa ke kampus pusat di Malang. 

Namun, akhirnya ada pertemuan lagi antara Pemkot Kediri dengan pihak kampus UB, hingga ada kesepakatan meneruskan rencana adanya perkuliahan kampus UB di Kediri. 

Hanya saja, dalam perjalanannya terdapat sejumlah revisi, di antaranya masalah pemakaian tanah bekas kas Kelurahan Mrican seluas 23 hektare yang semula akan dibeli UB, tidak jadi, sehingga bangunan dibangun pemkot. 

Saat ini, kampus UB Malang sudah mengadakan tes masuk lewat jalur mandiri. Jumlah keseluruhan pendaftar jalur mandiri di kampus UB Malang sebanyak 14.629. Jumlah itu naik ketimbang peserta di 2015 yang hanya 11.900 orang.

Sedangkan, untuk perkuliahan di Kediri, rencananya akan membuka 12 program studi, seperti Ilmu Komunikasi, Administrasi Bisnis, Hukum, dan sejumlah program lainnya. Sebelum bangunan selesai, untuk perkuliahan sementara akan dilakukan di gedung Badan Kepegawaian Daerah Kota Kediri.

Sumber : antarajatim.com