logo.png

1000 Penari Topeng Sambut HUT Kota Kediri ke-1137


Promosi Wisata Sejarah & Pagelaran 1000 Topeng menyembut HUT Kota Kediri ke-1137.(foto: nanang)    Promosi Wisata Sejarah & Pagelaran 1000 Topeng menyembut HUT Kota Kediri ke-1137.(foto: nanang)
 
KEDIRI | duta.co - Rangkaian Peringatan HUT Kota Kediri ke–1137 dimeriahkan dengan suguhan tari kolosal 1000 penari bertempat di Stadion Brawijaya, Kamis (28/7). 

Para penari mulai dari siswa SD, SMP dan SMA dilibatkan dalam tarian menceritakan kisah cerita seorang putra mahkota Kerajaan Airlangga, Panji Inu Kertopati jatuh hati kepada putri mahkota Kerajaan Kediri, Dewi Sekartaji. Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar berharap kisah Panji yang telah melegenda dan terkenal hingga di internasional ini mampu menjadikan aset wisata unggulan.
 
Sesuai agenda, rangkaian peringatan HUT Kota Kediri pada Kamis , digelar South East Asian Art History and Conservation bertempat di Kawasan Wisata Goa Selomangleng dilanjutkan peninjauan ke Museum Airlangga dan pada malam harinya digelar tarian kolosal 1000 Topeng Panji. 

Dalam sambutannya, Mas Abu, sebutan akrab Walikota Kediri, berharap warga masyarakat merasa terhibur dan suguhan yang dipersembahkan panitia yang merupakan bagian dari persembahan pemerintah kota untuk menjaga dan melestarikan sejarah.  

 
Sedikitnya 40 orang wisatawan dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Vietnam, Kamboja, Singapura, Tailand, Malaysia, Inggris, Prancis, Belanda dan India, tergabung dalam program South East Asian Art History and Conservation sangat antusias atas suguhan pertunjukkan yang ditampilkan.  

“Kita tunjukkan bahwa wisatawan asing datang kesini untuk melihat secara langsung wujud pelestarian budaya. Dan harapan saya, sahabat–sahabat muda di Kota Kediri juga bisa mempelajari apa yang telah kita miliki di Kota Kediri baik berupa benda ataupun non-benda serta budayanya juga”, jelas Mas Abu.
 
Salah satu peserta, Emma Stean, mahasiswa warga negara New York Amerika Serikat mengaku beruntung bisa mengikuti program budaya ini. Dia melihat Kota Kediri memiliki alam cukup indah dan keberadaan masyarakat yang sangat sopan. Sementara di balik semua itu, kota tua ini ternyata memiliki banyak kisah sejarah dan benda-benda arkeologi. 

“Kediri is beautiful place, many important archeology in here. Im so lucky can visit this place,” ujar Emma Stean.

Sementara pagelaran tari kolosal sempat terhalang hujan, berlangsung cukup meriah hingga selesai menjelang tengah malam, ribuan warga masyarakat memadati stadion kebanggaan warga kota. Suguhan tari kolosal Seribu Topeng Panji, tidak lain untuk melestarikan kesenian asli Kediri ditampilkan secara apik oleh utusan penari masing–masing sekolah dan beragam sanggar tari.

"Bahwa kisah Panji Inu Kertopati merupakan cucu Raja Airlangga jatuh hati pada kerabatnya sendiri Dewi Sekartaji dikenal kecantikannya hingga di penjuru dunia, menjadi kisah legenda. Salah bentuknya, diwujudkan dalam tari topeng dan kesenian kuda lumping," jelas Mas Abu. 

Ditambahkan walikota, merupakan tanggung jawab pemerintah daerah untuk menjaga dan melestarikan cerita rakyat yang mampu mempromosikan Kota Kediri ke pelosok dunia.

Sumber : duta.co