logo.png

Eksotika Sejarah Kediri Pukau Puluhan Mahasiswa Asing yang Kunjungi Goa Selomangleng


  • Eksotika Sejarah Kediri Pukau Puluhan Mahasiswa Asing yang Kunjungi Goa Selomangleng
 

KBRN, Kediri : Eksotika sejarah Kota Kediri dengan segala benda peninggalan masa kerajaan kuno tak hanya menarik minat masyarakat Indonesia tapi mampu memukau mahasiswa dan dosen asing untuk berkunjung ke objek wisata Goa Selomangleng.

"Saya baru pertama kali ke sini. Namun, begitu melihat koleksi benda bersejarah di kawasan wisata ini, saya benar-benar takjub karena semuanya unik, indah, dan mempesona," kata salah satu mahasiswi Yale University, Emma Stein, saat ditemui di Festival Pariwisata Kemitraan Kota Kediri, di Kawasan Wisata Goa Selomangleng, Kediri, Kamis (28/7/2016).

Bahkan, jelas dia, pihaknya sangat senang bisa mengikuti program tur kebudayaan bertajuk Art History yang dilaksanakan selama 10 hari di Jawa Timur dan salah satunya pada hari ini di Kota Tahu, Kediri. Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti oleh mahasiswa dari beberapa negara tetapi ada dosen dan mereka yang hobi seni sejarah.

"Selain menggemari benda bersejarah, saya juga senang mempelajari budaya Indonesia. Bahkan, hari ini saya juga beruntung karena sempat diajak menari tarian tradisional oleh salah seorang warga Kediri," ujarnya.

Pada kesempatan sama, Konsultan kegiatan tur luar ruang Universitas Surabaya (Ubaya), Kusworo Rahadian, mengatakan, ada 40 orang mahasiswa asing yang mengikuti program tersebut. Mereka dari 10 negara di antaranya New York, Vietnam, Kamboja, Singapura, dan India, dan lainnya.

"Sementara, kunjungan ke Goa Selomangleng menjadi salah satu destinasi karena menyimpan nilai sejarah menarik. Salah satunya tempat pertapaan Puteri Raja Airlangga, Dewi Kilisuci," katanya.

Selama di Kota Kediri, tambah dia, mereka juga mendatangi Museum Airlangga yang berada satu lokasi dengan Goa Selomangleng. Bahkan, mereka berkunjung ke sejumlah objek wisata di Kabupaten Kediri. Seperti Candi Surowono di Desa Canggu, Kecamatan Pare, Candi Tegowangi di Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan.

"Untuk di daerah lain, mereka juga dijadwalkan mengunjungi Museum Trowulan di Mojokerto, Candi Sawentar di Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Candi Penataran di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar," katanya.

Dia meyakini, agenda yang digelar berkonsep "Summer Camp" dapat membantu warga asing untuk lebih mengenal sejarah Indonesia terutama di Kediri. Apalagi, mereka telah melihat berbagai macam peninggalan sejarah pra modern, Jawa, Hindu, Budha, dan Islam.

"Pada program ini kami mengambil tema Art History sedangkan tahun sebelumnya bertemakan naskah kuno. Hal itu seiring fokus kami pada masa sejarah zaman Jawa pertengahan, lebih tepatnya pra modern," katanya. 


Sumber : rri.co.id